RUANG.NEWS MAKASSAR – Ketua Komisi D Bidang Pembangunan dan Energi DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid, masuk dalam daftar 10 legislator Fraksi Partai Golkar yang paling banyak disorot media sepanjang Januari-September 2026.
Daftar tersebut dirilis akun Instagram Kabar Golkar, @kabargolkar, pada Senin (28/9/2026).
Dalam unggahannya, Kabar Golkar mencantumkan 10 anggota DPRD provinsi dari Fraksi Golkar yang disebut paling banyak mendapat sorotan media selama periode Januari-September 2026.
Selain Kadir Halid dari Sulawesi Selatan, daftar itu mencakup Basri Baco dari DKI Jakarta, MQ Iswara dari Jawa Barat, dan Pranaya Yudha dari Jawa Timur.
Nama lainnya yakni Ajus Linggih dari Bali, Indra Gunawan Eet dari Riau, Mohammad Saleh dari Jawa Tengah, Sarkowi V. Zahry dari Kalimantan Timur, Agustinus Nahak dari Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hadi Setiawan dari Jawa Timur.
Kadir Halid mengapresiasi perhatian media terhadap aktivitasnya selama menjalankan tugas sebagai legislator di DPRD Sulsel.
“Yang pertama, saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman media atas selama ini bisa memuat aktivitas saya selama di DPRD sehingga DPP melihat,” kata Kadir Halid di Makassar, Senin.
Menurut Kadir, kerja sama dengan media penting untuk mengawal kerja DPRD sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Yang kedua, kerja sama dengan media-media ini memang sangat diperlukan ya untuk mengawal daripada kerja-kerja kami di DPRD,” ujarnya.
Selama dua tahun menjadi anggota DPRD Sulsel, Kadir Halid kerap menyoroti persoalan kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya yang berkaitan dengan mitra kerja Komisi D.
Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel 1 itu juga kerap menerima massa aksi yang menyampaikan aspirasi di kantor DPRD Sulsel.
Kadir menilai masuknya namanya dalam daftar tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan.
“Ini memberi motivasi kepada saya untuk lebih bekerja lagi untuk lebih aktif lagi bekerja membela masyarakat, membela rakyat ya, untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan,” katanya.
Dorong Legislator Tetap Kritis
Kadir Halid juga mendorong kader Golkar yang duduk di lembaga legislatif tetap kritis dalam menjalankan fungsi pengawasan, meski tetap bersinergi dengan pemerintah.
“Untuk tetap aktif, untuk kritis, ya bersinergi dengan pemerintah karena memang kalau kita kan selalu di dalam pemerintahan, tapi tidak berarti kalau masuk dalam pemerintahan kita tidak kritis,” tuturnya.
Menurut Kadir, sikap kritis menjadi bagian dari tanggung jawab legislator dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kita harus kritis menjalankan tugas kewajiban kita untuk membela kepentingan masyarakat. Itu memang sudah jadi pelajaran dari DPP Golkar,” lanjut Kadir.(***)







