RUANG.NEWS MAKASSAR – Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan mencatat antusiasme tinggi masyarakat terhadap program Volunteer of Election Law Enforcement Training (V-ELEcT).
Hingga pendaftaran resmi ditutup, sebanyak 134 orang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan telah mendaftar untuk mengikuti program pelatihan relawan penegakan hukum pemilu tersebut.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menunjukkan kepedulian terhadap proses demokrasi dan penegakan hukum pemilu di Sulawesi Selatan.
“Jumlah pendaftar yang mencapai 134 orang ini menjadi bukti konkret bahwa kesadaran hukum dan kepedulian publik terhadap keadilan pemilu di Sulawesi Selatan sangat tinggi,” ujar Mardiana Rusli di Kantor Bawaslu Sulsel, Makassar, Kamis (1/10/2026).
Menurut Mardiana, Bawaslu Sulsel merancang program V-ELEcT untuk memberikan pemahaman teknis dan mendalam mengenai mekanisme penegakan hukum pemilu.
Kehadiran relawan, kata dia, memiliki peran penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses penegakan hukum pemilu.
Pelatihan V-ELEcT akan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat-Sabtu, 2-3 Oktober 2026.
Bawaslu Sulsel memusatkan pelatihan tatap muka atau luring di Gedung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar.
Panitia memilih Gedung PJJ Pascasarjana UMI sebagai lokasi utama karena memiliki sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan pelatihan.
Dari 134 pendaftar, sebanyak 40 peserta mendapat kesempatan mengikuti pelatihan secara langsung di Gedung PJJ Pascasarjana UMI. Mereka telah melewati proses seleksi administrasi dan penilaian esai.
Sementara pendaftar lainnya tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan melalui skema daring.
Bawaslu Sulsel menerapkan metode hybrid agar keterbatasan kapasitas peserta luring tidak mengurangi kesempatan masyarakat mengikuti program tersebut.
“Kami tidak ingin membatasi semangat belajar masyarakat. Oleh karena itu, peserta luring di Gedung PJJ Pascasarjana UMI dan peserta daring akan mendapatkan materi, bobot pembelajaran, serta hak edukasi yang sama,” kata Mardiana.
Pendaftar Perempuan Mendominasi
Data pendaftaran V-ELEcT juga menunjukkan komposisi peserta berdasarkan gender. Dari 134 pendaftar, 74 orang atau 55,2 persen merupakan perempuan, sedangkan 60 orang atau 44,8 persen laki-laki.
Mardiana menilai tingginya partisipasi perempuan menjadi sinyal positif bagi penguatan peran perempuan dalam penegakan hukum pemilu.
Selain komposisi gender, pendaftar V-ELEcT juga berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Kota Makassarmencatat jumlah pendaftar terbanyak dengan 65 orang.
Selanjutnya, Kabupaten Gowa sebanyak 17 orang, Maros 9 orang, dan Bone 8 orang. Peserta juga berasal dari wilayah kepulauan, termasuk Kabupaten Kepulauan Selayar.
Mardiana berharap seluruh peserta, baik yang mengikuti pelatihan secara luring maupun daring, dapat menyerap materi secara maksimal dan menerapkannya di wilayah masing-masing.
“Melalui kolaborasi lintas lembaga bersama Kemenkumham dan Universitas Muslim Indonesia ini, Bawaslu Sulsel menegaskan komitmennya untuk mencetak kader relawan penegak hukum pemilu yang berintegritas demi terciptanya pemilu yang adil dan demokratis,” tutup Mardiana.(***)







