Menu ✖

Ekonomi

EWAKO KAPOPOSANG, Cara BI Sulsel Dekatkan Layanan Rupiah ke Pulau 3T

badge-check

Warga antusias mengikuti sejumlah kegiatan program EWAKO KAPOPOSANG yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Pangkep, di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Jumat (25/9/2026). (Foto: Istimewa) Perbesar

Warga antusias mengikuti sejumlah kegiatan program EWAKO KAPOPOSANG yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Pangkep, di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Jumat (25/9/2026). (Foto: Istimewa)

PANGKEP, RUANG.News – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menghadirkan program EWAKO KAPOPOSANG di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Jumat (25/9/2026).

EWAKO KAPOPOSANG merupakan singkatan dari Edukasi, Wujudkan Bakti Sosial di Kepulauan & Optimalkan Rupiah di Pulau Kapoposang. Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan Bank Indonesia kepada masyarakat di wilayah kepulauan yang masuk kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi clean money policy, melalui penyediaan uang Rupiah layak edar dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik Rupiah.

Program EWAKO KAPOPOSANG mencakup tiga kegiatan utama.

Pertama, layanan kas keliling yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menukarkan uang Rupiah yang sudah tidak layak edar dengan uang yang masih layak digunakan.

Layanan tersebut memudahkan masyarakat Pulau Kapoposang mendapatkan akses penukaran uang tanpa harus melakukan perjalanan ke wilayah lain.

Kedua, edukasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah serta QRIS yang disampaikan oleh dua Duta Muda CBP Rupiah Sulawesi Selatan.

Edukasi menjangkau 150 warga serta 93 siswa SDN 12 Kapoposang dan SMP 13 Satap Pandangan. Edukasi juga diberikan kepada 130 warga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan metode 5J dalam merawat Rupiah, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distaples.

Masyarakat juga diperkenalkan dengan QRIS sebagai salah satu pilihan transaksi digital yang praktis. Selain itu, edukasi mendorong masyarakat menggunakan Rupiah secara bijak, membeli produk dalam negeri, menabung, hingga mengenal investasi.

Kegiatan ketiga berupa bakti sosial yang meliputi pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat secara gratis kepada 79 warga.

Sebanyak 150 paket sembako juga dibagikan kepada masyarakat. Paket tersebut mencakup kebutuhan dasar, termasuk susu sebagai dukungan terhadap pemenuhan nutrisi guna mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak.

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Bank Indonesia di wilayah kepulauan menunjukkan perhatian terhadap masyarakat yang berada di kawasan 3T.

“Kegiatan ini membantu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan dapat memicu instansi lain untuk mengunjungi pulau-pulau di Kabupaten Pangkep,” kata Yusran.

Sementara itu, Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel, A. Yazid Niam, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep atas sinergi yang terjalin sehingga kegiatan EWAKO KAPOPOSANG dapat terlaksana.

Menurut Yazid, KPwBI Sulsel akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah dan layanan kas ke berbagai wilayah 3T di Sulawesi Selatan secara bertahap.

“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap Rupiah yang layak, memahami cara menjaga Rupiah, serta mengenal pilihan transaksi digital yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yazid.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, unsur Forkopimda Kabupaten Pangkep, Camat Liukang Tupabbiring Abdul Rahman, Kepala Desa Mattiro Ujung Hasanuddin, serta tokoh masyarakat Pulau Kapoposang. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Harga Cabai Rawit di Makassar Tembus Rp71.250/Kg, BI Sulsel Intervensi Lewat Gerakan Pangan Murah

30 Sep 2026 - 14:53 WITA

Harga Cabai Rawit di Makassar Tembus Rp71.250/Kg, BI Sulsel Intervensi Lewat Gerakan Pangan Murah

Arifah Convention Hall, Venue Baru di Gowa Berkapasitas 5.000 Orang

29 Sep 2026 - 10:30 WITA

Arifah Convention Hall, Venue Baru di Gowa Berkapasitas 5.000 Orang

BI Sulsel Perkuat Sinergi, Bone dan Makassar Raih Penghargaan TPID dan TP2DD 2026

25 Sep 2026 - 23:12 WITA

BI Sulsel Perkuat Sinergi, Bone dan Makassar Raih Penghargaan TPID dan TP2DD 2026

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Rupiah dan Tekanan Global Jadi Perhatian

23 Sep 2026 - 18:26 WITA

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Rupiah dan Tekanan Global Jadi Perhatian

Kredit Perbankan Tumbuh 13,65 Persen, Kredit Investasi Jadi Penopang Utama

23 Sep 2026 - 17:16 WITA

Kredit Perbankan Tumbuh 13,65 Persen, Kredit Investasi Jadi Penopang Utama
Trending di Ekonomi