RUANG.NEWS MAKASSAR – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas mengajak seluruh kader PAN di Sulawesi Selatan menjaga hubungan baik dengan Partai Gerindra.
Ia menilai PAN dan Gerindra memiliki kesamaan perjuangan sehingga hubungan kedua partai perlu dibangun dalam jangka panjang.
Hal itu disampaikan Zulhas saat melantik pengurus DPW PAN Sulsel dan DPD PAN di 24 kabupaten/kota se-Sulsel di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026).
Dalam arahannya, Zulhas secara khusus meminta kader PAN tidak menganggap partai politik lain sebagai musuh. Menurut dia, PAN dan Gerindra telah memiliki hubungan politik yang kuat dan perlu terus dijaga.
“Kalau ada Gerindra yang hadir, para kader PAN, bertemanlah baik-baik dengan Gerindra. Kita berkoalisi jangka panjang dengan Gerindra,” kata Zulhas.
Zulhas menegaskan, sikap politik PAN dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan semata-mata karena figur, tetapi karena adanya kesamaan nilai dan cita-cita perjuangan.
“Kita setia kepada perjuangan, bukan kepada orangnya, tetapi kepada nilai dan cita-cita yang kita perjuangkan,” ujarnya.
Ia menyebut salah satu kesamaan perjuangan PAN dengan Prabowo adalah mewujudkan swasembada pangan.
Menurut Zulhas, ketahanan pangan merupakan persoalan strategis sekaligus menyangkut kehormatan bangsa.
“Kita sudah membicarakan hal ini sejak 28 tahun yang lalu. Visi kita sama dengan Pak Prabowo. Karena swasembada pangan adalah kehormatan,” katanya.
Zulhas menjelaskan, ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan selama bertahun-tahun membuat petani dalam negeri belum mendapatkan manfaat maksimal dari besarnya kebutuhan pangan nasional.
Ia mencontohkan Indonesia masih mengimpor berbagai komoditas pangan, seperti beras, gula, gandum, kedelai, dan garam.
Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat, khususnya petani dan nelayan, semakin produktif dan sejahtera.
“Itulah yang kita bela, saudara-saudara. Mengurus orang miskin adalah urusan negara. Pendidikan adalah tanggung jawab negara,” tegasnya.
Selain hubungan dengan Gerindra, Zulhas meminta seluruh kader PAN menjaga soliditas internal. Ia mengingatkan kader agar tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk saling menyerang.
Menurutnya, rakyat tidak menyukai partai politik yang terus-menerus bertikai. Karena itu, seluruh kader harus mengutamakan persatuan dan perjuangan partai.
“Kenapa kita harus menjadi satu? Karena rakyat tidak suka melihat kita berantem. Kalau di dalam partai saja kita selalu bertengkar, siapa yang mau mendukung?” ujar Zulhas.
Ia juga mengingatkan kader PAN agar berani menyampaikan kritik dan gagasan secara langsung kepada pemerintah, bukan melalui serangan di ruang publik.
“Kalau ada saudara yang memiliki masukan, terutama terkait persoalan hukum atau hal penting lainnya, minta waktu dan sampaikan secara langsung. Jangan berteriak-teriak di koran. Jangan berteriak-teriak di jalan,” katanya.
Zulhas juga meminta kader PAN di Sulsel mendukung kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak berarti menutup ruang kritik. Kader tetap dapat menyampaikan masukan selama dilakukan dengan cara yang baik dan konstruktif.
“Dukung gubernur, dukung wali kota, dukung bupati. Kalau ada sesuatu yang menurut kita perlu diperbaiki, minta waktu dan jelaskan,” ujarnya.
Zulhas menegaskan bahwa PAN tidak boleh melihat partai politik lain sebagai musuh. Menurutnya, setiap partai memiliki platform dan cara perjuangan masing-masing, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni membangun Indonesia.
“Antarpartai politik, kita bersaudara. Kita adalah kolega. Bukan musuh,” katanya.
Ia juga menyinggung hubungan PAN dengan Partai Golkar yang menurutnya merupakan kolega dan sahabat.
“Golkar bukan musuh, tetapi kolega dan sahabat,” ujar Zulhas.
Zulhas optimistis PAN memiliki peluang besar menjadi salah satu partai politik terbesar pada Pemilu 2029. Ia menargetkan PAN masuk tiga besar secara nasional.
“Kita memiliki semua persyaratan untuk menjadi partai besar. Karena itu, masuk tiga besar bukan angan-angan,” katanya.
Ia meminta seluruh kader memanfaatkan momentum menuju Pemilu 2029 dengan memperkuat struktur, memperluas jaringan, dan meningkatkan kerja politik di tengah masyarakat.(***)






