RUANG.NEWS MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi resmi bergabung dengan Partai Demokrat.
Appi menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Demokrat pada Kamis (8/10/2026), setelah sebelumnya mengundurkan diri dari Partai Golkar.
Penyerahan KTA tersebut berlangsung di Hotel Claro Makassar. Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) Ni’matullah menyerahkan langsung KTA kepada Appi.
Prosesi itu disaksikan Deputi Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat Agustinus Tomo Mbapa.
Bagi Appi, bergabung dengan Demokrat bukan keputusan tanpa alasan. Ia mengaku memiliki sejarah panjang dengan partai yang dipimpin Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut.
“Saya punya sejarah dengan Partai Demokrat. Dulu saya pernah bergabung dengan Demokrat. Kemudian, dua kali saya mengikuti pilkada dan saat itu saya mendapat dukungan dari Partai Demokrat,” kata Appi.
Menurutnya, Demokrat tetap memberikan dukungan dalam perjalanan politiknya, baik ketika mengalami kekalahan maupun saat meraih kemenangan.
“Dari kalah sampai menang, alhamdulillah, Demokrat ada bersama saya,” ujarnya.
Appi juga menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrat yang telah menerimanya sebagai kader. Ia berharap kehadirannya dapat memperkuat kerja bersama untuk membesarkan partai.
“Saya berterima kasih kepada Partai Demokrat yang sudah mau menerima saya bergabung. Kita berharap tidak ada yang bisa kita lakukan kalau kita berjalan sendiri-sendiri. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita berjalan bersama-sama untuk membesarkan partai,” tuturnya.
Sebut Perpisahan dengan Golkar sebagai Hal Biasa
Terkait keputusannya meninggalkan Partai Golkar, Appi belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai alasan politik di balik keputusan tersebut.
Ia justru menyebut perpisahan dengan partai sebelumnya sebagai hal yang biasa dalam perjalanan politik.
“Tidak ada sama sekali. Kita menganggap bahwa proses perpisahan ini hanya perpisahan biasa saja,” kata Appi saat ditanya mengenai alasan meninggalkan Golkar.
Sebelum resmi menerima KTA, Appi mengaku telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat AHY di Jakarta. Pertemuan itu, kata dia, menjadi bagian dari proses komunikasi sebelum dirinya bergabung.
“Di Jakarta, ya. Tentu. Kita meminta waktu untuk bertemu dengan ketua umum. Memastikan bahwa, ya, namanya orang punya rumah, tentu kita meminta izin kalau mau masuk ke rumah orang,” ujarnya.
Belum Bicara Musda dan Gerbong Politik
Setelah resmi menjadi kader Demokrat, nama Appi mulai dikaitkan dengan agenda Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulsel.
Namun, Appi memilih belum berbicara lebih jauh mengenai kemungkinan tersebut.
“Saya belum tahu kondisinya seperti apa. Yang jelas, hari ini saya sudah resmi menjadi kader Partai Demokrat,” katanya.
Saat ditanya mengenai kabar dirinya akan menggantikan AHY dalam agenda Musda, Appi menegaskan kabar tersebut belum ia ketahui.
“Itu kabar. Saya belum tahu,” ucapnya.
Appi juga mengaku belum berkomunikasi dengan para pemilik suara Partai Demokrat terkait agenda Musda.
“Belum berbicara sampai ke sana. Soal itu, nanti kita lihat ke depannya seperti apa,” katanya.
Ia juga memastikan belum membawa kandidat atau kelompok tertentu untuk bergabung ke Demokrat.
“Belum ada. Saya baru membawa diri saya sendiri,” ujar Appi.
Bahkan, Appi menegaskan tidak ada paksaan bagi pihak lain untuk mengikuti langkah politiknya.
“Ini masalah pilihan. Terserah. Mau ikut saya, ayo. Mau tinggal, silakan. Tidak ada paksaan apa-apa,” katanya.
Ketika ditanya apakah ada gerbong politik yang ikut berpindah bersamanya, Appi kembali menegaskan hal tersebut tidak ada.
“Menurut saya, nggak ada. Silakan, mau tinggal, tinggal. Mau ikut, ikut, ayo,” ujarnya.
Siap Bantu Menangkan Demokrat
Sebagai kader baru, Appi menyatakan siap menjalankan kewajibannya untuk membantu membesarkan Partai Demokrat.
Ia mengatakan tujuan berpartai bukan semata-mata kepentingan politik personal, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun daerah dan negara.
“Orang berpartai itu tujuannya sama-sama ingin membangun. Membangun daerah, membangun negara. Caranya melalui partai politik,” kata Appi.
Saat ditanya mengenai target memenangkan Partai Demokrat hingga tingkat RT pada Pemilu Legislatif mendatang, Appi menyatakan kesiapan untuk menjalankan kewajibannya sebagai kader.
“Ya, insyaallah. Namanya kader, ya, bukan? Kalau sudah menjadi kader, tentu punya kewajiban,” ujarnya.
Meski demikian, Appi belum ingin berbicara mengenai target politik lainnya. Ia menegaskan saat ini dirinya belum menjadi bagian dari struktur kepengurusan partai.
“Saya tidak bicara target-target. Saya bukan pengurus,” pungkasnya.(***)






