RUANG.NEWS MAKASSAR – Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) Ni’matullah menyoroti buruknya persepsi masyarakat terhadap politik.
Menurutnya, politik kerap dianggap sebagai sesuatu yang culas dan licik, padahal politik memiliki fungsi penting dalam mengelola kekuasaan dan mendistribusikan keadilan.
Hal itu disampaikan Ni’matullah dalam kegiatan pendidikan politik bagi kader dan masyarakat umum yang digelar DPD Partai Demokrat Sulsel di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026).
Ni’matullah yang akrab disapa Ulla mengatakan pendidikan politik penting untuk membangun pemahaman yang benar tentang politik.
Karena itu, Demokrat Sulsel sebelumnya juga mengundang pelajar SMA untuk mengenalkan politik sejak dini.
“Kita ingin mereka memahami apa itu politik sejak dini. Kita ingin membentuk persepsi dan pemahaman yang benar tentang politik,” kata Ulla.
Ia menilai, dalam sekitar 15 tahun terakhir, masyarakat terjebak dalam cara pandang yang keliru terhadap politik. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diluruskan melalui pendidikan politik yang melibatkan kader, masyarakat, hingga generasi muda.
Ulla juga mengajak para pengurus Demokrat membawa anggota keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing untuk mengikuti kegiatan serupa.
“Kita berharap para pengurus membawa satu, dua, sampai tiga orang keluarga atau masyarakat di lingkungan mereka, supaya kita semua lebih memahami bagaimana sebenarnya politik itu bekerja,” ujarnya.
Politik Bukan Sesuatu yang Buruk
Ulla mengatakan persepsi negatif terhadap politik masih kuat di tengah masyarakat. Menurutnya, banyak orang menganggap politik identik dengan keburukan.
“Kalau kita melakukan survei, lebih dari setengah masyarakat ketika berbicara tentang politik selalu mengatakan bahwa politik itu buruk, culas, licik, dan sebagainya. Padahal, politik tidak seburuk itu kalau dikerjakan secara tepat dan benar,” katanya.
Menurut Ulla, fungsi utama politik adalah mengelola kekuasaan agar dapat mendistribusikan keadilan secara adil kepada masyarakat.
“Fungsi utama politik adalah pengelolaan kekuasaan. Pengelolaan kekuasaan itu diharapkan bisa mendistribusikan keadilan,” jelasnya.
Karena itu, ia menilai masyarakat perlu memahami politik secara lebih utuh dan tidak hanya melihatnya dari sisi konflik atau kepentingan kekuasaan.
Ajak Kader Saling Bertemu
Selain memberikan pemahaman politik, Ulla menyebut kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarkader dan masyarakat.
Ia menilai kondisi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak masyarakat lebih fokus bertahan hidup sehingga ruang untuk berkumpul dan berinteraksi semakin berkurang.
“Sekarang masyarakat kita sedang berlomba untuk bertahan hidup. Itu yang kita hadapi. Karena itu, kita perlu bersatu dan perlu bertemu,” katanya.
Menurutnya, pertemuan seperti pendidikan politik tersebut dapat menjadi ruang bagi para kader untuk kembali berkomunikasi setelah lama tidak bertemu.
“Setidaknya, kita masih bisa saling memahami dan menyadari bahwa kita masih ada, masih hidup, masih sehat, dan masih bisa bertemu,” ujar Ulla.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat membuat para pengurus kembali terhubung satu sama lain.
“Banyak pengurus yang mungkin sudah lama tidak bertemu. Ada yang masih hidup di luar daerah, ada yang sudah lama tidak berkomunikasi. Saya juga perlu tahu, kita masih ada, dia masih hidup, bagaimana keadaannya, bagaimana kondisinya,” katanya.
Demokrat Diminta Berpolitik dengan Ketulusan
Ulla menegaskan Demokrat Sulsel memiliki prinsip bahwa politik harus dijalankan dengan ketulusan. Ia meminta kader tidak melihat setiap persoalan hanya dari perspektif kepentingan partai.
“Kalau sesuatu memang bisa kita akui dan kita ketahui sebagai sebuah kebenaran, ya kita sampaikan apa adanya,” tegasnya.
Menurut Ulla, kemampuan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang penting dalam menghadapi dinamika politik.
“Kalau kita melihat sebuah persoalan hanya dari satu sisi, hidup akan terasa semakin sulit. Tetapi kalau kita bisa melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda, mungkin kita akan menemukan jalan keluarnya,” ujarnya.
Ia juga meminta kader tidak mudah menganggap sebuah persoalan sebagai sesuatu yang buruk sebelum melihatnya secara menyeluruh.
“Siapa tahu, apa yang Anda anggap sulit atau buruk ternyata, kalau dilihat dari sudut pandang yang lain, memiliki jalan keluar,” katanya.
Tantangan Partai Politik
Di bagian akhir sambutannya, Ulla menyampaikan pertanyaan yang menurutnya menjadi tantangan terbesar bagi partai politik di Indonesia saat ini.
“Tantangan terberat dalam politik hari ini adalah apakah partai politik di Indonesia masih punya hati? Apakah partai politik di Indonesia masih punya peran untuk memperbaiki keadaan?” kata Ulla.
Ia menilai seluruh partai politik menghadapi tantangan besar untuk menjawab pertanyaan tersebut.
“Tampaknya, kalau kita melihat kondisi saat ini, dalam pandangan saya, seluruh partai politik kita sudah menghadapi tantangan yang sangat besar untuk menjawab pertanyaan tersebut,” ujarnya.
Ulla berharap pendidikan politik seperti itu terus berlanjut. Ia ingin kader dan pengurus Demokrat menunjukkan kepada masyarakat bahwa politik dapat dijalankan dengan cara yang berbeda, lebih baik, terbuka, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan.
“Semua persoalan pasti memiliki celah dan jalan keluar dalam demokrasi. Selama masih ada jalan keluar, tidak apa-apa. Itu bagian dari pengalaman saya,” pungkasnya.(***)







