Menu ✖

Politik

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik

badge-check

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik Perbesar

RUANG.NEWS MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kerja sama dengan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar melalui penandatanganan naskah perjanjian kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA).

Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pendidikan politik mahasiswa sekaligus membuka ruang kolaborasi berkelanjutan dalam pengawasan pemilu dan penguatan demokrasi.

Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, mengatakan salah satu isu strategis yang perlu menjadi perhatian bersama ialah politik uang.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki ruang yang besar untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan demokrasi.

“Kerja sama ini ada pada dua hal, salah satu isu strategis adalah masalah politik uang. Saya kira memang ada ruang penyadaran,” ujar Mardiana, Kamis (8/10/2026).

Menurut Mardiana, keterlibatan perguruan tinggi penting karena mahasiswa tidak hanya berposisi sebagai pemilih, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari gerakan pengawasan pemilu dan demokrasi pada masa mendatang.

Ia mengatakan, dalam dua tahun terakhir Bawaslu Sulsel semakin menyasar lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya memperluas pendidikan pengawasan pemilu.

Kampus dinilai memiliki sumber daya intelektual dan mahasiswa yang dapat dikembangkan sebagai relawan serta agen pengawasan partisipatif.

“Memang Bawaslu dalam dua tahun terakhir menyasar kampus, punya bibit intelektual dan bibit volunteer selain juga menjadi pemilih,” kata Mardiana.

Mardiana menegaskan, kerja sama dengan perguruan tinggi tidak seharusnya hanya berlangsung saat tahapan pemilu atau pemilihan berjalan.

Kemitraan tersebut perlu terus bergerak melalui berbagai kegiatan, baik pendidikan formal maupun informal.

“Kami dengan senang hati membawakan kuliah. Karena kami merasa bahwa kemitraan ini, ada tidaknya tahapan kita tetap terus bergerak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesinambungan kerja sama penting karena mahasiswa saat ini merupakan generasi yang berpotensi menjadi penyelenggara maupun peserta pemilu pada masa mendatang.

“Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan anak-anak, adik-adik kita yang menjadi penyelenggara bahkan mungkin calonnya,” tutur Mardiana.

Bawaslu Sulsel juga membuka peluang mengembangkan model pendidikan relawan pemilu yang sebelumnya telah dilakukan bersama perguruan tinggi lain.

“Jadi kegiatan kemarin itu kegiatan relawan pemilu. Kita mungkin akan ada adopsi serupa di kampus lain yang kita ajak bermitra,” jelasnya.

UIN Alauddin Dorong Kolaborasi Lintas Program Studi

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Muhaimin Latif, menyambut baik penguatan kerja sama tersebut.

Ia menilai hubungan antara perguruan tinggi dan Bawaslu merupakan kemitraan strategis yang perlu diperkuat secara kelembagaan.

“Ketika kemarin saya menerima atau membaca surat dari Bawaslu, kampus dan Bawaslu sudah menjadi mitra strategis. Saya tidak berkomentar banyak setelah membaca surat, langsung saya disposisi,” kata Muhaimin.

Menurutnya, kerja sama tersebut sebaiknya tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa dari bidang ilmu politik, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai program studi.

Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar saat ini memiliki tujuh program studi. Enam di antaranya telah berstatus unggul.

“Saya sebenarnya berharap ke depan mahasiswa yang bisa mendapat pengalaman bukan hanya ilmu politik, tapi semua prodi. Kita ada tujuh prodi, enam di antaranya sudah unggul,” ujarnya.

Muhaimin mengatakan, salah satu tujuan utama kolaborasi tersebut ialah menghadirkan pendidikan politik yang mampu membentuk mahasiswa menjadi warga negara dengan kesadaran demokrasi.

“Saya kira muaranya ada edukasi politik bagi mahasiswa,” kata Prof. Muhaimin.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada program magang. Kolaborasi Bawaslu dan kampus diharapkan mencakup seluruh aspek tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Sebelum kita menandatangani MoA, saya mengucapkan terima kasih. Kerja sama kita ini tidak hanya sekadar magang, tapi ada tridharma, pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Muhaimin menambahkan, Fakultas Ushuluddin memiliki karakter keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga menekankan nilai profetik dan pembentukan manusia yang beradab.

“Bedanya kita dengan ilmu politik dengan Ushuluddin, kita punya profetik, kenabian, beradab. Orang beradab itu berada di atas orang berilmu,” ujarnya.

Karena itu, Muhaimin berharap MoA tersebut tidak berhenti sebagai dokumen kelembagaan. Ia mendorong kedua pihak segera menerjemahkan kerja sama itu ke dalam program konkret yang dapat diukur dan memberikan dampak bagi mahasiswa maupun masyarakat.

“Saya harap juga tidak hanya di atas kertas, tapi ada konkret yang bisa berkelanjutan. Bawaslu Mengajar juga semoga bisa terus berlanjut ke depannya, sehingga ada output yang bisa diukur dan berdampak,” pungkasnya.

Kerja sama Bawaslu Sulsel dan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar diharapkan memperluas pendidikan politik di lingkungan kampus, meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pengawasan pemilu, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

10 Okt 2026 - 22:02 WITA

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

10 Okt 2026 - 19:37 WITA

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

DPP Demokrat Pakaikan Jaket dan Serahkan KTA ke Appi, Babak Baru Politik Dimulai

8 Okt 2026 - 16:16 WITA

DPP Demokrat Pakaikan Jaket dan Serahkan KTA ke Appi, Babak Baru Politik Dimulai

Appi Resmi Jadi Kader Demokrat, Ungkap Alasan Pilih Partai AHY

8 Okt 2026 - 15:44 WITA

Appi Resmi Jadi Kader Demokrat, Ungkap Alasan Pilih Partai AHY

Tinggalkan Golkar, Hari ini Appi Resmi Ber-KTA Demokrat

8 Okt 2026 - 15:07 WITA

Tinggalkan Golkar, Hari ini Appi Resmi Ber-KTA  Demokrat
Trending di Politik