RUANG.NEWS MAKASSAR – Ketua Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPS SMI) KOMDA Provinsi Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, melepas atlet-atletnya untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PPS SMI 2026 di Gelanggang Silat Bumi Perkemahan (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Pelepasan atlet berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) dan dihadiri para atlet serta pelatih yang akan mewakili Sulawesi Selatan pada kejuaraan nasional tersebut. Kejurnas PPS SMI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.
Sultan Tajang yang juga Anggota DPRD Sulsel Fraksi Partai Gerindra berharap para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional.
Ia menegaskan, keikutsertaan dalam Kejurnas bukan sekadar kesempatan untuk meraih medali, tetapi juga menjadi ajang menguji kemampuan, mental bertanding, dan kedisiplinan para pesilat.
“Saya berharap seluruh atlet PPS SMI Sulsel dapat bertanding dengan maksimal, membawa pulang prestasi terbaik, dan mengharumkan nama Sulawesi Selatan. Persiapkan diri dengan baik, jaga kondisi fisik, dan tampilkan kemampuan terbaik di setiap pertandingan,” ujar Sultan Tajang.
Menurutnya, target prestasi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan penerapan nilai-nilai sportivitas.
Ia meminta para atlet menghormati lawan, mematuhi peraturan pertandingan, serta menerima hasil kompetisi dengan sikap kesatria.
“Kita tentu berharap atlet-atlet Sulsel mampu meraih medali sebanyak mungkin. Namun, kemenangan harus diraih melalui perjuangan yang jujur dan sportif. Hormati lawan, patuhi aturan, dan tunjukkan bahwa pesilat Satria Muda Indonesia memiliki karakter, disiplin, serta jiwa kesatria,” tegasnya.
Sultan juga menekankan pentingnya peran pelatih dalam mendampingi atlet selama mengikuti kejuaraan.
Menurutnya, dukungan, arahan, dan evaluasi dari pelatih menjadi bagian penting untuk membantu atlet tampil optimal di arena pertandingan.
Ia berharap pengalaman bertanding di tingkat nasional dapat meningkatkan kualitas pesilat PPS SMI Sulsel, sekaligus menjadi bekal untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya.
Perkuat Prestasi dan Pelestarian Budaya
Pencak Silat Satria Muda Indonesia merupakan perguruan pencak silat asli Indonesia yang mengembangkan kemampuan bela diri sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, kejujuran, dan rasa hormat kepada guru maupun sesama.
PPS SMI berdiri pada 19 Juli 1987 di Lembah Pinus, Ciloto, Jawa Barat. Perguruan ini berkembang dari Perguruan Silat Baringin Sakti dan diinisiasi oleh sejumlah tokoh muda yang merupakan murid almarhum Abu Zahar.
Salah satu tokoh yang turut menginisiasi pendiriannya Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, yang hingga kini menjabat sebagai Pembina Utama dan kini sebagai Presiden Indonesia.
Selain melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, PPS SMI mendorong para anggotanya untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui berbagai kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Melalui Kejurnas PPS SMI 2026, kontingen Sulawesi Selatan diharapkan tidak hanya mampu bersaing untuk meraih medali, tetapi juga menunjukkan bahwa prestasi olahraga dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan pelestarian tradisi pencak silat Indonesia.(***)






