Menu ✖

Ekonomi

ERB Sulsel 2026, BI Siapkan Rp25 Miliar untuk Layanan Rupiah di Kepulauan

badge-check

Bank Indonesia dan TNI AL menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Sulsel pada 13–19 Oktober, menggunakan KRI Marlin-877 untuk menyasar lima pulau dengan membawa modal kerja sebesar Rp25 miliar. (Foto: Istimewa) Perbesar

Bank Indonesia dan TNI AL menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Sulsel pada 13–19 Oktober, menggunakan KRI Marlin-877 untuk menyasar lima pulau dengan membawa modal kerja sebesar Rp25 miliar. (Foto: Istimewa)

RUANG.News, MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Sulawesi Selatan 2026 pada 13–19 Oktober 2026.

Kegiatan ini menyasar lima pulau untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Mengusung tema “Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri”, ekspedisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan kas Bank Indonesia hingga wilayah kepulauan, termasuk daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Ekspedisi menggunakan KRI Marlin-877 dengan membawa modal kerja sebesar Rp25 miliar. Lima pulau yang menjadi sasaran pelayanan meliputi Pulau Badi, Gondong Bali, Liukang Loe, Bahuluang, dan Selayar.

Pelepasan tim ERB Sulawesi Selatan 2026 dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda, Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, Kepala Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan Fuad Zaen, serta perwakilan pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan penyediaan uang Rupiah di seluruh wilayah Indonesia merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Melalui ERB, Bank Indonesia memperluas jangkauan layanan kas sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memperlakukan uang Rupiah dengan baik,” kata Rizki.

Tim ekspedisi terdiri atas 15 Pejuang Rupiah Bank Indonesia yang berasal dari delapan wilayah kerja, yakni Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Departemen Pengelolaan Uang Rupiah, serta kantor perwakilan BI di Sulawesi Tenggara, Balikpapan, Lampung, Sulawesi Barat, Sibolga, dan Bangka Belitung.

BI dan TNI AL Perkuat Layanan Rupiah di Wilayah 3T

Komandan Lantamal VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menegaskan bahwa kolaborasi BI dan TNI AL melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah 3T.

Menurutnya, keberadaan Rupiah di pulau-pulau terpencil tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi simbol identitas bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bagi TNI AL, beredarnya Rupiah di pulau-pulau perbatasan bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan simbol identitas bangsa dan bentuk nyata keutuhan Wilayah NKRI,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi sinergi BI dan TNI AL dalam memastikan pemerataan distribusi uang Rupiah layak edar hingga ke wilayah kepulauan.

Ia menegaskan bahwa tantangan geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi pemerataan akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan pembangunan yang inklusif.

“Tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pembangunan yang inklusif dan pemerataan akses masyarakat terhadap Rupiah,” kata Fatmawati.

Sekada dijetahui, sinergi BI dan TNI AL dalam distribusi Rupiah ke wilayah 3T telah berlangsung sejak 2012. Hingga 2026, kolaborasi tersebut telah melaksanakan 150 kegiatan kas keliling 3T dengan jangkauan mencapai 766 pulau.

Pada 2026, ERB direncanakan berlangsung dalam 23 kegiatan, terdiri atas 19 ERB Nasional dan empat ERB Mandiri. Program tersebut menargetkan kunjungan ke 115 pulau di wilayah 3T.

Dirangkaikan Bakti Sosial dan Pelestarian Budaya

Selain menyediakan layanan penukaran uang Rupiah, ERB Sulawesi Selatan 2026 juga dirangkaikan dengan edukasi Rupiah dan kegiatan bakti sosial bagi masyarakat kepulauan.

Kegiatan sosial tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan gratis bagi anak-anak, pembagian sembako, serta pembagian susu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Rangkaian kegiatan juga mencakup Vespa Jelajah Rupiah yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Desa Kulo, Kabupaten Sidrap. Kegiatan ini bertujuan memperluas edukasi tentang Rupiah sekaligus mendorong masyarakat mengumpulkan uang yang sudah tidak layak edar.

Selanjutnya, BI bersama pemerintah daerah akan menggelar Festival Ambaiang pada 17–18 Oktober 2026 di Kabupaten Kepulauan Selayar. Festival tersebut ditujukan untuk mengangkat kembali budaya lokal yang mulai terancam punah.

Mengusung tema “Tradisi, Cinta dan Budaya dalam Satu Perjalanan Bersama Tegakkan Rupiah di NKRI”, kegiatan ini juga dilengkapi lomba pengumpulan uang logam antarsekolah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Rupiah dan semangat nasionalisme sejak dini.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sulawesi Selatan 2026, Bank Indonesia berharap layanan Rupiah dapat menjangkau masyarakat kepulauan secara lebih merata. Program ini sekaligus diharapkan mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, memperkuat kepedulian sosial, dan melestarikan budaya daerah.

Sinergi BI, TNI AL, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan layanan Rupiah yang inklusif serta menjaga kedaulatan negara di seluruh wilayah NKRI. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

EWAKO KAPOPOSANG, Cara BI Sulsel Dekatkan Layanan Rupiah ke Pulau 3T

5 Okt 2026 - 21:26 WITA

EWAKO KAPOPOSANG, Cara BI Sulsel Dekatkan Layanan Rupiah ke Pulau 3T

Harga Cabai Rawit di Makassar Tembus Rp71.250/Kg, BI Sulsel Intervensi Lewat Gerakan Pangan Murah

30 Sep 2026 - 14:53 WITA

Harga Cabai Rawit di Makassar Tembus Rp71.250/Kg, BI Sulsel Intervensi Lewat Gerakan Pangan Murah

Arifah Convention Hall, Venue Baru di Gowa Berkapasitas 5.000 Orang

29 Sep 2026 - 10:30 WITA

Arifah Convention Hall, Venue Baru di Gowa Berkapasitas 5.000 Orang

BI Sulsel Perkuat Sinergi, Bone dan Makassar Raih Penghargaan TPID dan TP2DD 2026

25 Sep 2026 - 23:12 WITA

BI Sulsel Perkuat Sinergi, Bone dan Makassar Raih Penghargaan TPID dan TP2DD 2026

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Rupiah dan Tekanan Global Jadi Perhatian

23 Sep 2026 - 18:26 WITA

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Rupiah dan Tekanan Global Jadi Perhatian
Trending di Ekonomi