RUANG.NEWS MAKASSAR – Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Pinrang yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Di tengah dukungan sejumlah kader yang menginginkannya kembali memimpin Golkar Pinrang, Usman justru mendorong partai berlambang pohon beringin itu menyiapkan kader potensial yang memiliki pengalaman organisasi, memahami mekanisme partai, dan mampu menjaga konsolidasi.
Menurut Usman, Musda tidak sekadar menjadi ajang pergantian ketua, tetapi juga momentum memperkuat organisasi dan memastikan kesinambungan kepemimpinan Golkar di Kabupaten Pinrang.
“Pergantian kepemimpinan perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi dan menyiapkan kader-kader potensial untuk melanjutkan kerja politik Golkar di Pinrang,” demikian pesan yang ditekankannya dalam menyikapi persiapan Musda.
Salah satu tahapan yang menjadi perhatian Usman adalah survei elektabilitas bakal calon ketua DPD II Golkar kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Ia menilai survei dapat membantu partai memetakan tingkat ketokohan para bakal calon, baik di lingkungan internal Golkar maupun di tengah masyarakat.
“Memang survei elektabilitas perlu dilakukan. Ini untuk mengetahui tingkat ketokohan bakal calon di daerahnya, baik eksternal maupun di internal Golkar,” kata Usman, Selasa (13/10/2026).
Menurut dia, hasil survei dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi DPD I Golkar Sulawesi Selatan untuk menilai potensi kader yang akan memimpin partai di tingkat kabupaten.
“Ini juga menjadi dasar objektif bagi DPD Golkar Sulsel untuk melihat potensi agar yang maju adalah kader-kader Golkar potensial. Tepat sekali survei ini dilakukan oleh DPD Golkar Sulsel,” tuturnya.
Usman membenarkan bahwa survei bakal calon Ketua DPD II Golkar Pinrang telah berjalan. Ia juga mengaku telah melaporkan perkembangan persiapan Musda kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin.
Bagi Usman, survei perlu berjalan seiring dengan penilaian terhadap pengalaman, kapasitas, dan kemampuan calon dalam mengelola organisasi. Popularitas saja tidak cukup untuk menjadi modal memimpin Golkar di tingkat kabupaten.
Calon Ketua Golkar Pinrang Harus Berpengalaman Organisasi
Usman secara khusus menekankan pentingnya pengalaman berorganisasi bagi figur yang ingin maju sebagai calon Ketua DPD II Golkar Pinrang.
Ia berharap calon ketua memiliki rekam jejak organisasi sehingga mampu memahami tata kelola, mekanisme pengambilan keputusan, serta pelaksanaan kebijakan partai.
“Saya ingin calon ketua Golkar Pinrang adalah orang yang memiliki pengalaman organisasi. Minimal calon ketua yang maju pernah berkecimpung di organisasi seperti HMI, PMII dan organisasi lainnya. Sehingga tidak buta-buta menjalankan organisasi,” ujarnya.
Penekanan tersebut menunjukkan bahwa regenerasi yang diharapkan Usman bukan semata-mata menyangkut usia atau pergantian figur. Ia juga menginginkan pemimpin yang memiliki bekal organisasi, mampu mengonsolidasikan kader, serta menjaga kesinambungan program partai.
Menurutnya, Ketua DPD II Golkar Pinrang harus mampu mengelola struktur partai sekaligus mengembangkan potensi kader di berbagai tingkatan.
Kebutuhan tersebut semakin relevan menjelang agenda politik berikutnya, termasuk Pemilu 2029. Kepemimpinan baru Golkar Pinrang nantinya akan menghadapi tantangan memperkuat konsolidasi internal, menjaga komunikasi antartingkatan kepengurusan, dan memastikan program partai berjalan berkesinambungan.
Usman Tekankan Koordinasi Golkar Pinrang dan Sulsel
Selain pengalaman organisasi, Usman menilai keselarasan komunikasi dan koordinasi antara kepengurusan Golkar di tingkat kabupaten dan provinsi menjadi faktor penting.
Menurut dia, Ketua DPD II harus memahami petunjuk teknis, tata kerja, dan kebijakan organisasi agar pelaksanaan program partai di Pinrang berjalan seiring dengan arahan DPD I Golkar Sulawesi Selatan.
“Kan tidak bagus ketua DPD kabupaten tidak seiring dengan ketua DPD provinsi. Kami sudah laporkan perkembangan di Pinrang. DPD Golkar Sulsel sudah jalan lakukan survei,” ujarnya.
Ia berharap calon pemimpin Golkar Pinrang mampu menjaga hubungan kerja yang solid dengan kepengurusan provinsi. Dengan begitu, kebijakan partai tidak berhenti pada urusan administratif, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang konkret.
Koordinasi tersebut juga penting untuk memastikan pelaksanaan Musda berjalan sesuai mekanisme dan petunjuk teknis yang berlaku di internal partai.
Panitia Musda Golkar Pinrang Mulai Dibentuk
Sementara itu, persiapan Musda Golkar Pinrang mulai memasuki tahap pembentukan kepanitiaan. DPD II Golkar Pinrang menggelar rapat pleno pada Kamis (8/10/2026) untuk membahas persiapan Musda sekaligus menetapkan susunan panitia penyelenggara.
Dalam rapat tersebut, Usman Bengawan, Ketua Fraksi Golkar DPRD Pinrang, disepakati sebagai Ketua Penyelenggara.
Adapun Amri Manangkasi, Ketua Komisi II DPRD Pinrang, dipercaya memimpin panitia pengarah atau steering committee(SC). Sementara itu, Rusna, Bendahara Fraksi Golkar DPRD Pinrang, ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana.
Pembentukan panitia menjadi salah satu langkah awal untuk mempersiapkan Musda yang direncanakan berlangsung pada November 2026 sesuai mekanisme organisasi.
Seiring berjalannya persiapan, perhatian kini tertuju pada hasil survei bakal calon, proses pencalonan, dan figur-figur yang akan mengikuti kontestasi kepemimpinan Golkar Pinrang.
Di tengah dukungan yang masih mengarah kepadanya, Usman menegaskan pentingnya menjadikan Musda sebagai momentum menyiapkan kader yang berpengalaman, memahami organisasi, dan mampu menjaga soliditas partai.
Dengan demikian, Musda Golkar Pinrang tidak hanya menentukan sosok ketua berikutnya, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat fondasi organisasi dan menyiapkan kepemimpinan yang mampu menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.(***)








