Menu ✖

Daerah

Lawan El Nino, Bupati Syahar Bidik Sidrap Masuk Lima Besar Produsen Beras Nasional

badge-check

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif (Humas Sidrap) Perbesar

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif (Humas Sidrap)

RUANG.NEWS SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mengandalkan pompanisasi, optimalisasi irigasi, dan pengaturan pola tanam untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman El Nino berkepanjangan.

Selain menyelamatkan tanaman dari kekeringan, Pemkab Sidrap menargetkan daerah itu masuk lima besar produsen beras nasional pada 2028.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan strategi tersebut saat menghadiri Rapat Rutin Penyuluh Pertanian yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Program Kementerian Pertanian, Pemantapan Pelaksanaan PM-AAS, dan Penguatan Kelembagaan Petani di Aula Saromase, Kantor Bupati Sidrap, Senin (19/10/2026).

Syahar sapaan akrab Bupati hadir bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Sidrap, Ibrahim, beserta jajaran.

Kegiatan tersebut juga diikuti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), dan pemangku kepentingan sektor pertanian lainnya.

Dalam arahannya, Syahar menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, penyuluh, dan petani untuk mempertahankan produksi pangan.

Menurutnya, pengalaman menghadapi kemarau panjang harus menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan air, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Salah satu langkah yang ditempuh Pemkab Sidrap ialah mengoptimalkan distribusi air irigasi sesuai kondisi dan kebutuhan lahan.

Bersama tim Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), pemerintah memetakan sumber air dan mengatur jadwal distribusi agar pasokan menjangkau area pertanian yang membutuhkan.

Upaya ini terlihat di wilayah Pitu Riawa. Pemerintah mengalirkan air dari Bulu Cenrana hingga sekitar 18 kilometer untuk membantu menyelamatkan pertanaman dari ancaman kekeringan.

Syahar menyebut, dari sekitar 7.800 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut, luas lahan yang mengalami kegagalan akibat kekeringan hanya sekitar 170 hektare.

Pemerintah juga mengupayakan pengairan untuk wilayah Mojong, Empagae, Sidenreng, Walatedong, dan Arateng dengan memanfaatkan aliran air dari Danau Sidenreng.

“Ini saya sebut orkestrasi pemerintahan, kekuatan kita satukan,” ujar Syahar.

Menurutnya, penyatuan kekuatan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi persoalan air sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pertanian.

Pompanisasi 110.000 Watt Layani 160 Hektare

Inovasi pengairan juga dilakukan petani di Bola Bulu. Mereka memanfaatkan pompanisasi untuk mengalirkan air dari Sungai Bila–Bulu Cenrana guna memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian seluas 160 hektare.

Pompa berdaya 110.000 watt tersebut menjadi salah satu upaya petani mempertahankan pertanaman di tengah keterbatasan pasokan air. Namun, operasional teknologi itu membutuhkan biaya hingga Rp42 juta per bulan.

Syahar menilai pemanfaatan teknologi pengairan dan sumber air alternatif menjadi bagian penting dari upaya menjaga produktivitas pertanian, terutama ketika kondisi cuaca tidak mendukung.

Selain memperkuat pengairan, Pemkab Sidrap akan mendorong petani menerapkan pola tanam sesuai standar Kementerian Pertanian.

Pengaturan musim tanam diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan sepanjang tahun sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pangan.

“Ini harus selalu kita sampaikan ke masyarakat kita, karena pola ini disampaikan Kementerian Pertanian,” katanya.

Pemkab Sidrap juga menyiapkan pembenahan data luas sawah. Pada 2027, pemerintah daerah berencana menambah anggaran operasional bagi setiap Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk mendukung pendataan ulang luas sawah hingga tingkat dusun dan desa.

Langkah ini bertujuan memperjelas luas lahan pertanian sekaligus menyelaraskan data pemerintah daerah dengan data statistik nasional.

Data yang akurat akan menjadi dasar penyusunan program, alokasi dukungan, dan kebijakan pertanian agar lebih tepat sasaran.

Syahar menegaskan, penguatan pengairan, perbaikan pola tanam, dan pembenahan data merupakan bagian dari upaya mempertahankan Sidrap sebagai kawasan pangan nasional.

Ia menargetkan Sidrap mampu menembus lima besar daerah penghasil beras di Indonesia pada 2028.

Menurutnya, pembenahan data menjadi salah satu faktor penting agar capaian produksi pertanian daerah tercatat secara akurat dalam statistik nasional.

“Tujuan supaya tahun 2028 saya tidak mau lagi ranking 20, saya mau Sidrap masuk lima besar seluruh Indonesia, karena persoalan data,” tegasnya.

Ia menekankan, peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan perbaikan pencatatan.

Dengan begitu, kerja keras petani dan capaian sektor pertanian Sidrap dapat tercermin dalam data resmi sekaligus menjadi dasar untuk memperkuat program pangan pada masa mendatang.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Arif Situju Tutup Usia, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kenang Kebersamaan Puluhan Tahun

2 Nov 2026 - 22:52 WITA

Arif Situju Tutup Usia, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kenang Kebersamaan Puluhan Tahun

Mapadendang di Kalosi Alau, Bupati Sidrap Turun ke Lesung Rayakan Panen

1 Nov 2026 - 19:41 WITA

Mapadendang di Kalosi Alau, Bupati Sidrap Turun ke Lesung Rayakan Panen

Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Kampale

1 Nov 2026 - 14:10 WITA

Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Kampale

Prajurit Yonarmed 21/Kawali Sigap Padamkan Kebakaran Lahan di Bone

31 Okt 2026 - 23:41 WITA

Prajurit Yonarmed 21/Kawali Sigap Padamkan Kebakaran Lahan di Bone

Bupati Sidrap Motivasi Siswa SMPN 2 Pangsid Kejar Prestasi

30 Okt 2026 - 17:22 WITA

Bupati Sidrap Motivasi Siswa SMPN 2 Pangsid Kejar Prestasi
Trending di Daerah