RUANG.NEWS TAKALAR – Ketua PD Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Vonny Ameliani Suardi, turut mendampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam kunjungan kerja di Sulsel, Jumat (2/10).
Salah satu agenda kunjungan tersebut yakni peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Kabupaten Takalar.
Peresmian berlangsung di SPPG Takalar Polongbangkeng Timur Timbuseng 3, Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar.
Vonny Ameliani yang juga Anggota DPRD Sulsel Fraksi Partai Gerindra mengatakan, kehadirannya mendampingi Kepala BGN merupakan bagian dari komitmennya untuk mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
“Sebagai bagian dari unsur legislatif dan juga sebagai Ketua TIDAR Sulsel, saya berkomitmen ikut mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaannya di Sulawesi Selatan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Vonny.
Menurut Vonny, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Perhatian tersebut dinilai semakin penting ketika program menyasar wilayah 3T yang memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Program MBG ini sangat bagus untuk pemenuhan gizi anak bangsa. Apalagi ketika program ini hadir di wilayah 3T, tentu manfaatnya sangat besar karena anak-anak di daerah tersebut juga berhak mendapatkan akses terhadap makanan bergizi,” ujarnya.
Vonny menilai keberhasilan program pemenuhan gizi membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga seluruh unsur pelaksana harus membangun koordinasi agar program berjalan secara optimal.
“DPRD tentu akan terus memberikan perhatian terhadap program-program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pemenuhan gizi. Kita berharap pelaksanaannya terus diperbaiki dan diperkuat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses pelayanan.
“Program seperti ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan komunikasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta pihak-pihak yang terlibat di lapangan,” ujar Vonny.
Sementara itu, peresmian SPPG di Takalar menjadi bagian dari upaya BGN memperluas pelaksanaan layanan pemenuhan gizi hingga wilayah 3T.
Kehadiran Kepala BGN Sudaryono di Takalar sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pemerataan akses program pemenuhan gizi, termasuk bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan tantangan akses pelayanan.
Vonny berharap keberadaan SPPG di Takalar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran utama program pemenuhan gizi.
“Kita ingin program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang dan masa depan mereka,” pungkasnya.(***)






