RUANG.NEWS – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memimpin elektabilitas partai politik untuk pemilihan anggota DPR RI berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang berlangsung pada 12–20 Oktober 2026.
Dilansir dari laman resmi IPO, Gerindra meraih elektabilitas 23,1 persen, unggul jauh dari PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar.
Hasil survei yang dirilis pada akhir pekan tersebut menempatkan PDIP di posisi kedua dengan elektabilitas 11,6 persen, disusul Golkar sebesar 10,7 persen.
Dengan capaian itu, Gerindra unggul 11,5 poin persentase atas PDIP dan 12,4 poin persentase atas Golkar.
Temuan ini menempatkan Gerindra di posisi teratas dalam peta elektabilitas partai politik berdasarkan pengukuran IPO pada Oktober 2026.
Di luar tiga besar, sejumlah partai politik yang saat ini memiliki kursi di DPR RI mencatatkan elektabilitas di bawah 10 persen.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 6,1 persen, diikuti Partai Demokrat dengan 5,9 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 5,8 persen.
Selanjutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meraih elektabilitas 4,6 persen, sedangkan Partai NasDem memperoleh 4,2 persen.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini dipimpin Kaesang Pangarep, mencatatkan elektabilitas 2,9 persen. Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperoleh 1,6 persen.
Untuk partai dengan elektabilitas di bawah 1 persen, Partai Gerakan Rakyat meraih 0,9 persen, Partai Gelora 0,8 persen, dan Partai Hanura 0,2 persen.
IPO juga mencatat lima partai dengan elektabilitas 0,0 persen, yakni Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Garuda.
Di tengah dominasi Gerindra dalam hasil survei tersebut, masih terdapat 21,6 persen responden yang belum menentukan pilihan, tidak memberikan jawaban, atau memilih merahasiakan preferensi politik mereka.
Angka tersebut menunjukkan masih adanya kelompok responden yang belum menyatakan pilihan secara terbuka dalam pengukuran elektabilitas partai politik.
IPO menggelar survei ini dalam rangka dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
IPO mengumpulkan data dari 1.200 responden pada 12–20 Oktober 2026. Lembaga tersebut menggunakan metode multistage random sampling atau pengambilan sampel acak bertahap.
Dalam keterangan metodologinya, IPO menyebut survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of erroratau batas kesalahan sebesar ±2,9 persen.
Hasil survei ini menempatkan Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi di antara partai-partai yang diukur.
Meski demikian, hasil survei merupakan gambaran preferensi responden pada periode pengumpulan data dan bukan hasil pemilihan umum.(***)










