RUANG.NEWS MAROS – Andi Patarai Amir terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang berlangsung di Grand Waterboom, Senin (2/11/2026).
Patarai menjadi calon tunggal dalam Musda tersebut. Sejumlah tokoh turut menghadiri agenda konsolidasi partai itu, di antaranya Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arif Sirajuddin, Sekretaris Golkar Sulsel Rahman Pina, Bendahara Golkar Sulsel Amirullah Nur, Bupati Maros Chaidir Syam, dan Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur.
Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arif Sirajuddin, mengapresiasi pelaksanaan Musda Golkar Maros. Ia menilai penyelenggaraan tersebut dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan.
Menurut Ilham, Maros menjadi daerah pertama dari 24 kabupaten/kota di Sulsel yang menggelar Musda. Ia juga berpesan agar Patarai memberi ruang lebih besar kepada generasi muda dalam menyusun kepengurusan baru.
Ilham menilai Pemilu 2029 menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam politik. Meski demikian, Golkar tetap perlu mempertahankan pengalaman dan ketokohan kader senior.
“Kepengurusan Golkar Maros harus mampu menggabungkan potensi kader muda dan senior,” ujarnya.
Mantan Wali Kota Makassar itu juga meminta Golkar Maros memaksimalkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Ia tidak menetapkan angka target secara spesifik, tetapi menekankan pentingnya peningkatan jumlah kursi.
“Target kita tidak usah muluk-muluk. Yang jelas kita mau mencapai target dengan menambah kursi secara maksimal. Pokoknya maksimal, tambah saja dulu,” tegasnya.
Patarai Siapkan 70 Persen Wajah Baru
Sementara itu, Andi Patarai Amir mengatakan konsolidasi internal dan penyusunan kepengurusan baru menjadi langkah awal setelah dirinya terpilih memimpin Golkar Maros.
Mantan Ketua DPRD Maros tersebut menargetkan konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa rampung pada April–Mei 2027.
Dalam menyusun kepengurusan, Patarai berencana memberi porsi lebih besar kepada kader baru, terutama generasi muda. Ia memproyeksikan sekitar 70 persen pengurus berasal dari wajah baru atau kader muda, sedangkan 30 persen lainnya merupakan kader lama atau senior.
“Kita akan mengakomodasi semua pihak, terutama teman-teman Gen Z yang ingin berpolitik di Partai Golkar. Akan ada wajah-wajah baru dan kader-kader baru,” katanya.
Patarai menegaskan Golkar Maros terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang yang ingin bergabung dan berkiprah di dunia politik.
Menurutnya, kalangan pengusaha, petani, hingga generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi kader maupun bagian dari kepengurusan Partai Golkar Maros.
Melalui konsolidasi organisasi dan regenerasi kepengurusan, Golkar Maros diharapkan mampu memperkuat struktur partai sekaligus meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.(***)










