RUANG.NEWS MALINO – Politisi senior Partai Golkar, Armin Mustamin To Putiri, mengingatkan seluruh pengurus Partai Golkar agar tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan akhir dalam berorganisasi.
Menurutnya, karya nyata dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ukuran utama seorang kader.
Pesan tersebut disampaikan Armin saat membawakan materi Kegolkaran dalam kegiatan Orientasi Pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan di kawasan Bulutana, Malino, Kabupaten Gowa.
Dalam pemaparannya, Armin menegaskan bahwa setiap kader perlu memahami sejarah, filosofi, doktrin, dan nilai-nilai perjuangan Golkar sebagai landasan dalam menjalankan tugas organisasi.
“Golkar dibangun dengan semangat menghimpun berbagai golongan dalam satu wadah perjuangan. Karena itu, karya dan pengabdian harus menjadi ukuran utama seorang kader,” demikian salah satu pesan penting Armin dalam materi Kegolkaran tersebut.
Ia menjelaskan, sejarah kelahiran Golkar berawal dari gagasan golongan fungsional yang berkembang dalam dinamika pemikiran para pendiri bangsa mengenai sistem demokrasi dan keterwakilan masyarakat.
Gagasan tersebut kemudian melahirkan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada 1964. Sejumlah organisasi, seperti KOSGORO, SOKSI, dan MKGR, turut mengambil peran dalam pembentukan wadah tersebut.
Armin juga menguraikan perjalanan Golkar pada masa Orde Baru hingga memasuki era Reformasi 1998.
Perubahan politik nasional saat itu mendorong Golkar bertransformasi menjadi partai politik dan menyesuaikan sistem serta struktur organisasinya dengan perkembangan demokrasi.
Meski mengalami berbagai perubahan, menurutnya, Golkar tetap membawa nilai dasar yang menempatkan karya dan pengabdian sebagai bagian penting dari identitas organisasi.
Lebih jauh, Armin mengingatkan bahwa memahami Golkar tidak cukup hanya dengan mengenal struktur kepengurusan, lambang, mars, maupun atribut partai.
Setiap pengurus, kata dia, harus memahami latar belakang kelahiran organisasi, filosofi, serta doktrin perjuangan yang menjadi pijakan dalam menjalankan tanggung jawab kepartaian.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, loyalitas, kemampuan, dan komitmen bagi setiap kader. Seluruh nilai tersebut perlu tercermin melalui pelaksanaan tugas organisasi dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Jabatan dalam kepengurusan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijalankan melalui kerja nyata,” menjadi salah satu penekanan dalam pembekalan tersebut.
Materi Kegolkaran yang disampaikan Armin menjadi bagian dari rangkaian Orientasi Pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan di Malino.
Melalui pembekalan ini, para pengurus diharapkan tidak hanya memahami Golkar dari sisi struktur organisasi, tetapi juga mampu menghayati sejarah, identitas, dan nilai perjuangannya serta menerjemahkannya dalam bentuk kerja dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(***)










