RUANG.NEWS SIDRAP – Tradisi adat Bugis Mapadendang mewarnai perayaan syukuran panen padi di Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Minggu (1/11/2026).
Dentuman alu yang bertalu-talu di atas lesung mengiringi kegembiraan para petani sekaligus menjadi ungkapan syukur atas hasil panen.
Tradisi turun-temurun ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian, tetapi juga mempererat kebersamaan warga serta menjaga kelestarian budaya Bugis. Para petani menumbuk padi secara berirama, menciptakan suasana meriah yang mencerminkan semangat gotong royong.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menghadiri kegiatan tersebut bersama Anggota DPRD Sidrap Andi Kartini Bekka. Syaharuddin bahkan ikut menumbuk padi di atas lesung bersama para petani.
Turut hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pemdes PPA Desa Andi Surya Praja Hadiningrat, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, Camat Dua Pitue, Kepala Desa Kalosi Alau, serta sejumlah pejabat setempat dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Syaharuddin mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Kalosi Alau. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi desa untuk meraih prestasi dan mendorong pembangunan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas doa dan kerja sama semua pihak. Masyarakat Desa Kalosi Alau selalu kompak,” ujarnya.
Syaharuddin mengungkapkan, Desa Kalosi Alau berhasil meraih juara pertama dalam lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Prestasi tersebut mengantarkan Kalosi Alau mewakili Sulawesi Selatan pada kompetisi tingkat nasional.
Selain itu, Kalosi Alau juga meraih juara pertama dalam lomba Desa Ramah Anak dan Perempuan.
“Alhamdulillah, tahun ini Desa Kalosi Alau sudah meraih dua prestasi yang membawa nama Kabupaten Sidrap. Semua ini merupakan hasil kerja bersama,” katanya.
Di sektor ekonomi, Syaharuddin menyoroti peran penting pertanian sebagai sumber penghidupan utama masyarakat Kalosi Alau. Desa tersebut memiliki lahan persawahan seluas 797 hektare yang menopang perekonomian sebagian besar warganya.
“Di Desa Kalosi Alau, petaninya lebih banyak daripada pegawainya. Dengan luas sawah 797 hektare, pertanian menjadi penopang ekonomi masyarakat. Alhamdulillah, masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya.
Syaharuddin juga menegaskan komitmennya untuk merealisasikan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat, termasuk melanjutkan pembangunan infrastruktur guna mendukung kebutuhan warga.
Kegiatan Mapadendang tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan program Bedah Rumah atau Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya kepada dua warga Desa Kalosi Alau, yakni Lamba dan Kasma.
Melalui tradisi Mapadendang, masyarakat Kalosi Alau tidak hanya merayakan hasil panen, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan melestarikan warisan budaya Bugis yang terus hidup di tengah masyarakat.(***)










