RUANG.NEWS,Makassar – Demonstrasi yang digelar ratusan mahasiswa Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) di depan Kampus Phinisi UNM, Jalan Ap. Pettarani, Kota Makassar, Kamis (5/3) sore hingga malam berakhir ricuh.
Aksi tersebut menyikapi kasus tewasnya Betrand Eka Prasetyo (18),
yang tertembak oleh perwira polisi di Makassar.
Aksi dilakukan secara bergantian dengan menggunakan megaphone, membakar ban bekas dan membentangkan spanduk bertuliskan, Copot Kapolri dan hentikan pelanggaran HAM.
Kericuhan dipicu saat salah satu kendaraan ojek online (Ojol) dirusak oleh demonstran saat melintas di lokasi unjuk rasa yang berlangsung dari sore hari hingga malam.
Tidak terima kendaraannya dirusak, ratusan pengemudi ojol kemudian menyerang mahasiswa hingga merangsek ke dalam kampus.
Pantauan di lokasi, keributan tersebut cepat dilerai oleh personel TNI dan Polri sehingga bentrokan tersebut tidak berlanjut.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, keributan dipicu adanya kesalahpahaman antara mahasiswa dengan pengemudi ojek online.
“Tadi ada demo, orang kan mau buka puasa, mau terawih, lalu ada ojol juga yang lewat. Kebetulan pas ojolnya lewat ini, ada perselishan paham sampai motornya dirusak.
Nah ini kemudian nyuluh solidaritas dari teman-teman ojol yang ada di sini,” kata Arya kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya, massa ojol menyerang masuk kampus karena tidak terima pengerusakan salah satu motor ojol. Mereka pun menuntut pelaku pengerusakan ditangkap.
“Kami dari kepolisian akan memproses ini semaksimal mungkin. Korban juga sudah kita ambil keterangannya,” jelas Kapolrestabes Makassar. (**)








