RUANG.NEWS MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) memperoleh kuota terbesar dalam Program Beasiswa Bank Indonesia tahun 2026.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama pendidikan kebanksentralan yang melibatkan tiga perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
Selain Unhas, dua kampus lain yang turut serta yakni Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin).
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (2/4/2026).
Apresiasi Bank Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan apresiasi kepada ketiga perguruan tinggi atas dukungannya dalam penguatan edukasi kebanksentralan.
“Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang menjadi agen perubahan, khususnya di sektor kebanksentralan,” ujarnya.
Program tersebut mencakup tiga fokus utama, yaitu peningkatan literasi kebanksentralan, dukungan terhadap penelitian, serta pemberian bantuan pendidikan melalui beasiswa.
Pada tahun 2025, program ini menjangkau 255 mahasiswa. Jumlah tersebut meningkat menjadi 270 mahasiswa pada tahun 2026.
Masing-masing kampus—Unhas, UIN, dan UNM—mendapatkan alokasi 80 mahasiswa.
Namun, Unhas memperoleh tambahan kuota sebanyak 30 mahasiswa khusus untuk program Diploma 3 (D3) dan Diploma 4 (D4).
Sehingga menjadikannya sebagai penerima kuota terbesar tahun ini.
Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta per bulan hingga masa studi selesai.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tahapan selanjutnya adalah seleksi administrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 15 April 2026.
Seleksi ini diperuntukkan bagi mahasiswa semester 3 hingga 7, dengan prioritas pada mahasiswa berprestasi dari latar belakang ekonomi kurang mampu.
Pihak Unhas melalui bidang kemahasiswaan akan segera membuka proses rekrutmen calon penerima beasiswa dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Bank Indonesia terkait mekanisme teknis pendaftaran.(**)









