RUANG.NEWS PANGKEP – Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Politani Pangkep) memperkuat implementasi hilirisasi riset melalui kegiatan koordinasi dan penguatan penerima Program Bestari Saintek.
Agenda ini difokuskan pada peningkatan dampak nyata hasil penelitian bagi masyarakat, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Yudi Darma, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong inovasi berbasis pendidikan vokasi.
Dalam forum tersebut, salah satu penerima hibah, Mauli Kasmi, memaparkan perkembangan riset budidaya karang secara in situ.
Riset ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Politani Pangkep dalam mengembangkan komoditas karang hias yang bernilai ekonomi tinggi.
Menurut Mauli, Program Bestari Saintek tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga pada dampak langsung bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan penta-helix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, media, dan komunitas.
“Keberhasilan program ini diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata luaran jurnal ilmiah,” ujarnya.
Hilirisasi Riset dan Pemberdayaan Nelayan
Program Bestari Saintek mendorong hasil riset untuk langsung diterapkan di lapangan, terutama bagi masyarakat pesisir.
Budidaya karang hias menjadi salah satu contoh konkret hilirisasi yang kini mulai dikembangkan sebagai komoditas ekspor oleh kelompok nelayan binaan.
Selain meningkatkan nilai ekonomi, program ini juga menitikberatkan pada aspek keberlanjutan lingkungan.
Pengembangan teknologi budidaya dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang.
Dorongan Solusi Berbasis Riset
Dalam arahannya, Yudi Darma mengapresiasi langkah Politani Pangkep dalam memanfaatkan dana hibah secara produktif.
Ia menekankan pentingnya riset yang mampu menjawab persoalan riil di masyarakat.
“Peneliti harus jeli melihat masalah di lapangan dan menghadirkan solusi konkret. Negara maju telah menerapkan metode living lab, di mana hasil riset langsung menjadi solusi bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mendorong peneliti di Sulawesi Selatan untuk memperkuat peran riset terapan sebagai penggerak ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Menuju Pusat Unggulan Bahari
Melalui penguatan Program Bestari Saintek, Politani Pangkep diharapkan terus berkembang sebagai pusat unggulan di bidang pertanian dan kelautan.
Selain itu, institusi ini juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di kawasan Indonesia Timur.(**)







