RUANG.NEWS MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat transformasi pembelajaran melalui Program GreenPreneurship yang dikembangkan bersama Academy of Entrepreneurship, Australia.
Program ini merupakan implementasi Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) yang dirancang untuk membentuk mahasiswa adaptif, kreatif, serta memiliki jiwa kewirausahaan berbasis keberlanjutan.
Program GreenPreneurship menitikberatkan pada pengembangan bisnis yang mengintegrasikan inovasi dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Mahasiswa didorong untuk memahami bahwa bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Penanggung jawab program, Prof. Makkarennu, menjelaskan bahwa GreenPreneurship hadir untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan yang selaras dengan perkembangan ekonomi hijau global.
“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan memahami bahwa masa depan bisnis terletak pada inovasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Jiwa kewirausahaan dan kesadaran keberlanjutan harus tumbuh secara bersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Academy of Entrepreneurship Australia menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan global mahasiswa.
Kerja sama ini mencerminkan komitmen Unhas dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan dinamika dunia kerja dan tantangan ekonomi masa depan.
Sebagai bagian dari implementasi program, mahasiswa mengikuti sesi pitching produk pada Sabtu (18/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, peserta mempresentasikan ide usaha di hadapan panel penilai dengan menonjolkan aspek inovasi, potensi pasar, serta nilai keberlanjutan.
Kegiatan pitching menjadi sarana penting untuk melatih kemampuan komunikasi persuasif, berpikir strategis, dan penyampaian gagasan secara profesional—kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia usaha maupun karier lintas sektor.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Ecopreneur Expo yang digelar pada Minggu (19/4/2026) di kawasan Car Free Day Unhas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat, sekaligus menguji respons pasar dan memperkuat pengalaman kewirausahaan berbasis praktik.
Direktur Pendidikan Unhas, Prof. Risma Illa Maulany, menegaskan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa harus dilakukan melalui pembelajaran aplikatif.
“Mahasiswa perlu diberi ruang untuk mengembangkan ide, menguji gagasan, dan menghadapi tantangan nyata di luar kelas. Ini penting untuk membentuk lulusan yang inovatif dan adaptif,” jelasnya.
Menurutnya, implementasi MKPK menjadi instrumen strategis dalam menyiapkan lulusan berdaya saing tinggi. Selain kompetensi akademik, mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, serta keberanian mengambil inisiatif.
Melalui program GreenPreneurship, Unhas menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak. Perguruan tinggi tidak hanya mencetak pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang dan agen perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan.(**)







