RUANG.NEWS, Makassar – Demonstrasi mahasiswa memperingati tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh, Jumat 24 April 2026, malam.
Ratusan mahasiswa yang memperingati Amarah melakukan orasi secara bergantian di atas mobil kontainer di depan kampus UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Mereka memblokade jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total.
Pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa awalnya berlangsung kondusif. Namun, saat hari mulai gelap, tiba-tiba demonstran diserang oleh ratusan driver ojek online (Ojol). Keributan pun tak terhindarkan.
Massa ojol dan mahasiswa pun saling serang dengan cara lempar batu. Demonstran yang terdesak, dipukul mundur oleh massa ojol hingga masuk ke kampus UMI Makassar.
“Komunitas ojol om, na serang itu pendemo karena tadi ada pengemudi ojol yang mau melintasi blokade tapi dilarang dan kayaknya dipukulki,” kata salah satu warga di lokasi kejadian.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan bahwa perihal mahasiswa melakukan unjuk rasa telah diketahui sejak pagi tadi.
“Terkait situasi hari ini, sebenarnya tadi pagi sudah dapat info terkait unjuk rasa. Jadi kami sudah persiapkan anggota dalam rangka amarah ini ya, April Makassar Berdarah (AMARAH),” kata Arya Perdana kepada wartawan di kampus UMI, Jumat (24/6) malam.
Arya menjelaskan, aksi demo mahasiswa yang terlalu lama menutup sehingga ada ojol yang bersinggungan dengan mahasiswa sehingga terjadi bentrok.
“Tadi pengemudi ojol bersinggungan dengan mahasiswa sehingga ada bentrok sedikit. Tetapi ini rekan-rekan ojol sudah keluar. Dan kami masih mengamankan adek-adek mahasiswa ke dalam kampus,” jelasnya.
Kapolrestabes Makassar juga menegaskan bahwa situasi telah kondusif. Arus jalan juga telah dibuka dan akses kendaraan sudah lancar kembali.
“Arus jalan sudah lancar, sudah kondusif, tinggal yang di dalam nanti kami cari pelaku-pelaku yang mungkin ada pelemparan tadi ada panah-busur juga, sedang kami cari dan kami upayakan untuk ditindak,” tegasnya. (**)








