RUANG.NEWS MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKB, Basdir, mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah utara dan timur Kota Makassar.
Desakan tersebut muncul setelah Komisi B DPRD Makassar menggelar pertemuan dengan jajaran direksi baru PDAM, Selasa (28/4/2026).
Ketua Komisi B Ismail memimpin rapat tersebut, didampingi Arifin Majid dan Basdir, menyusul pergantian Pelaksana Tugas (Plt) direksi PDAM.
Basdir menegaskan, direksi baru harus bergerak cepat menyelesaikan persoalan air bersih yang telah berlangsung lama.
“Kami meminta direksi baru segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis air, khususnya di wilayah utara dan timur kota,” ujarnya.
Ia menyoroti krisis air bersih di wilayah utara Makassar yang tak kunjung tuntas sejak lebih dari satu dekade terakhir. Basdir mengaku telah menghadapi persoalan tersebut sejak awal menjabat sebagai anggota DPRD pada 2014.
“Masalah ini sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Seharusnya sudah ada solusi permanen, tetapi sampai sekarang terus berulang,” katanya.
Basdir juga meminta PDAM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab krisis, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga yang dinilai berpotensi menghambat pelayanan.
“Kami minta evaluasi total, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga. Jangan sampai tidak maksimal dan justru menjadi kendala,” tegasnya.
Menurutnya, krisis air bersih tidak hanya terjadi saat musim kemarau, tetapi juga kerap dialami warga saat musim hujan.
“Musim hujan pun air sering tidak mengalir. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia menyebut ratusan ribu warga di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 terdampak langsung, terutama di Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, dan Bontoala. Ketiga wilayah tersebut memiliki kepadatan penduduk tinggi dan sangat bergantung pada pasokan air bersih.
“Untuk kebutuhan dasar saja warga kesulitan. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata Basdir.
Ia menegaskan, rencana perbaikan tidak boleh berhenti pada wacana. PDAM harus segera merealisasikan langkah konkret di lapangan.
“Kalau masalahnya ada pada infrastruktur seperti pipa atau kerja sama pihak ketiga, segera benahi. Jika ditangani serius, persoalan ini bisa diselesaikan,” ujarnya.
Basdir menambahkan, perbaikan layanan air bersih harus menjadi prioritas utama direksi baru PDAM. Ia menyebut manajemen PDAM telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami berharap komitmen itu benar-benar diwujudkan,” pungkasnya.(**)







