RUANG.NEWS MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di Hotel Four Points Makassar berlangsung dinamis.
Agenda empat tahunan tersebut diwarnai aksi walk out dari delegasi Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Unhas pada sidang pleno pertama.
Dalam forum tersebut, Andi Amran Sulaiman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum IKA Unhas.
Namun, proses persidangan tidak berjalan sepenuhnya mulus karena muncul kritik terkait mekanisme dan jalannya sidang.
Sebanyak 27 utusan penuh dan tiga peserta peninjau dari IKAFE Unhas memutuskan keluar dari ruang sidang.
Delegasi yang dipimpin Ketua Umum IKAFE, Hendra Noor Saleh, menilai agenda Mubes terkesan berlangsung terburu-buru dan kurang membuka ruang partisipasi.
Menurut Hendra, keputusan walk out diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan organisasi. Ia menilai sejumlah usulan peserta tidak diakomodasi dalam forum.
“Seakan Mubes ini hanya mengejar target dan kurang mencerminkan proses demokrasi yang sehat,” ujarnya.
Ketegangan memuncak saat Steering Committee menawarkan sembilan nama pimpinan sidang tanpa melalui proses pengusulan terbuka dari perwakilan fakultas maupun wilayah.
Sejumlah delegasi yang mengajukan alternatif nama, termasuk dari IKAFE, Fakultas Kedokteran, Pascasarjana, dan Fakultas Hukum, mengaku tidak mendapat respons memadai.
Situasi semakin memanas ketika susunan pimpinan sidang yang dibacakan dinilai masih mengacu pada draf awal.
Hal tersebut memicu protes dari sebagian peserta hingga berujung pada aksi walk out delegasi IKAFE.
Di tengah dinamika tersebut, panitia bersama sejumlah tokoh alumni turun tangan untuk meredakan suasana. Beberapa di antaranya adalah Ilham Arief Sirajuddin, Rahman Pina, dan Arsunan Arsin.
Panitia mengakui adanya kekurangan dalam desain forum yang menyebabkan komunikasi tidak berjalan optimal.
Mereka kemudian berkomitmen memperbaiki mekanisme persidangan agar lebih terbuka dan partisipatif.
Setelah melalui pertemuan internal, delegasi IKAFE memutuskan kembali ke arena Mubes.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Hendra Noor Saleh dan disambut tepuk tangan peserta.
“Demi persatuan alumni dan kepentingan yang lebih luas, kami memutuskan kembali mengikuti Mubes,” katanya.
Meski demikian, IKAFE menolak tawaran untuk menempatkan perwakilannya sebagai pimpinan sidang.
Hendra menegaskan bahwa pihaknya tidak berorientasi pada jabatan, melainkan mendorong proses organisasi yang lebih sehat dan demokratis.
IKAFE Unhas sendiri dikenal memiliki tradisi kepemimpinan yang khas, dengan figur-figur dari kalangan profesional dan dunia usaha.
Organisasi ini juga dikenal aktif dalam kaderisasi serta kegiatan alumni yang berkelanjutan.
Aksi walk out yang terjadi dalam Mubes tersebut dinilai menjadi refleksi penting bagi penguatan tata kelola organisasi alumni ke depan, agar lebih inklusif, transparan, dan berdampak bagi civitas akademika Universitas Hasanuddin.(**)







