RUANG.NEWS, Palopo – Warga Jalan Cengkeh, Kelurahan Temalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi tewas tergantung di kamar mandi sebuah rumah kost, Kamis (7/5/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang diterima, korbandiketahui berinisial AH (35), seorang pegawai Lapas Kelas IIA Palopo. Korban ditemukan pertama kali oleh rekan kerjanya setelah sempat dilaporkan belum pulang ke rumah oleh sang istri.
Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal terhadap korban, Tim Inafis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Marsuki kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Dia menyebutkan, peristiwa itu bermula saat salah seorang rekan korban bernama Akhmarullah menerima kabar dari istri AH sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, istri korban mengaku khawatir karena AH belum juga pulang ke rumah.
Mendapat informasi tersebut, rekan korban kemudian berinisiatif melakukan pencarian. Sekitar pukul 21.20 Wita, ia berhasil melacak keberadaan telepon genggam korban yang mengarah ke salah satu rumah kost di Jalan Cengkeh.
Curiga karena motor korban masih terparkir di lokasi, saksi kemudian mendatangi kamar kost tersebut bersama pemilik kost sekitar pukul 22.15 Wita.
Saat pintu kamar dibuka, AH ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung di pintu kamar mandi.
“Korban ditemukan tergantung di pintu kamar mandi kamar kost milik rekannya,” ujar Marsuki.
Polisi yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit guna kepentingan visum.
Menurut Marsuki, kamar kost tersebut diketahui milik rekan kerja korban yang juga merupakan pegawai lapas. Namun saat kejadian, penghuni kost sedang tidak berada di tempat.
“Kondisi kost saat itu kosong, tidak ada orang di dalam,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga menepis isu yang beredar di media sosial terkait dugaan adanya tindak pidana pembunuhan dalam kasus tersebut.
“Sejauh ini belum ada indikasi pembunuhan. Hasil pemeriksaan awal juga tidak ditemukan adanya tanda kekerasan,” pungkasnya (**)








