RUANG.NEWS, Gowa – Seorang mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PTJ (19) ditemukan tewas di kawasan Kampus Fakultas Teknik Unhas, Jalan Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (18/5/2026) malam.
Korban yang diketahui salah satu mahasiswa Departemen Teknik, angkatan 2024, tewas setelah diduga melompat dari salah satu gedung kampus.
Kabid Humas Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban merupakan mahasiswi aktif Fakultas Teknik Unhas.
“Betul, almarhumah adalah mahasiswa angkatan 2024,” ujar Ishaq Rahman saat dikonfirmasi, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali diterima oleh petugas keamanan kampus yang mendapatkan laporan adanya seseorang yang diduga melompat dari gedung di area Fakultas Teknik.
“Kejadianya sekitar pukul 18.30 – 19.00 Wita. Security kampus di FT mendapat laporan ada seseorang yang melompat dari gedung,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kampus hingga kini belum dapat memastikan penyebab korban diduga nekat melompat dari salah satu gedung hingga memegang nyawa. Saat ini, pihak kampus masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kejadian tersebut.
“Kita belum bisa pastikan apakah ada faktor depresi atau faktor lain, sehingga korban diduga melompat dari gedung. Saat ini masih dilakukan penelusuran,” tegas Ishaq Rahman.
“Mohon maaf, informasinya masih terbatas. Soalnya kita masih fokus mendalami kasusnya. Juga kita turut berduka cita, kita bersimpati mendalam kepada keluarga,” sambungnya.
Pasca kejadian itu, ucapan belasungkawa dari Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin beredar luas di grup WhatsApp. Pamflet tersebut memuat foto korban beserta pernyataan duka dari pimpinan dan civitas akademika Fakultas Teknik Unhas.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un ,” tulis pernyataan resmi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
“Segenap Pimpinan dan Civitas Akademika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya mahasiswi Departemen Arsitektur FTUH,” demikian isi pernyataan tersebut.
Sementara itu, Kanit Tipidum Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kematian korban. Polisi kata Andi Alfian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban untuk diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
“Kami belum dapat menyimpulkan apakah yang bersangkutan lompat atau seperti apa. Kami masih melakukan penyelidikan dan mencari fakta-fakta untuk menguatkan semuanya,” jelasnya.
Selain itu, polisi mengaku menerima informasi adanya video yang dikirim korban kepada keluarganya sebelum ditemukan meninggal dunia. Video tersebut kini masih dipelajari penyidik.
“Dari pihak keluarga almarhumah memang ada informasi bahwa ada video yang dikirim korban kepada ibunya. Video ini akan kita pek
“Ada memang informasi dari pihak keluarga almarhumah bahwa ada video yang dikirim almarhumah kepada orang tuanya, dalam hal ini ibunya. Nanti kami akan cek seperti apa videonya,” tutupnya. (Anc)








