RUANG.NEWS MAKASSAR — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan harga obat di masyarakat tetap stabil dan terjangkau meski nilai tukar dolar Amerika Serikat mengalami kenaikan.
BPOM bersama pemerintah dan pelaku industri farmasi terus berupaya menjaga stabilitas harga tanpa mengurangi kualitas produk yang beredar di pasaran.
Staf Khusus Kepala BPOM, Wahyudi Muchsin, mengatakan BPOM aktif berkoordinasi dan berdiskusi dengan pelaku usaha farmasi untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan baku impor terhadap industri obat nasional.
“Pelaku usaha memiliki komitmen. Meskipun harga bahan baku meningkat, mereka tetap berupaya menekan harga agar tidak membebani masyarakat,” kata Wahyudi saat menghadiri peringatan Milad Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Sabtu (6/6).
Menurut Wahyudi, hingga saat ini penguatan dolar belum memberikan dampak signifikan terhadap harga obat di pasaran. Bahkan, sejumlah produk tercatat mengalami penurunan harga.
“Kalau saat ini belum ada kenaikan, malah justru ada yang turun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, industri farmasi mulai memanfaatkan bahan baku alternatif yang berasal dari sumber daya alam dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor yang rentan terdampak fluktuasi nilai tukar.
“Yang sebelumnya impor kini mulai diganti dengan bahan dasar dari Indonesia dengan kualitas yang tetap sama. Alam Indonesia sangat kaya dan potensinya terus dicari serta dikembangkan,” jelasnya.
Wahyudi menegaskan upaya menjaga stabilitas harga obat melibatkan berbagai pihak, tidak hanya BPOM.
Sejumlah kementerian, lembaga terkait, sektor keuangan, dan pelaku industri turut berperan dalam menjaga keterjangkauan harga obat bagi masyarakat.
“Semua pihak terlibat, bukan hanya BPOM. Namun, bagi kami, BPOM terus berupaya agar harga obat-obatan di masyarakat tetap terjangkau,” katanya.
BPOM optimistis harga obat dapat tetap stabil dalam waktu mendatang. Jika terjadi penyesuaian harga, kenaikannya diperkirakan tidak akan signifikan.
“Kita usahakan justru tidak naik. Kalau pun ada kenaikan, tidak terlalu tinggi,” pungkas Wahyudi.(**)







