RUANG.NEWS MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) membantah tudingan adanya ancaman drop out (DO) atau pemberhentian terhadap mahasiswa Fakultas Teknik yang mengkritik pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan kampus.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya unggahan di media sosial yang menyebut mahasiswa pengkritik program MBG mendapat intimidasi hingga terancam dikeluarkan dari kampus.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Sehubungan dengan informasi ini, kami tegaskan bahwa hal ini tidak benar. Tidak ada keputusan skorsing apa pun yang diambil oleh fakultas maupun rektorat Unhas terkait aksi kritik terhadap MBG,” kata Ishaq, Sabtu (13/6).
Ia menegaskan, Unhas tetap menjunjung tinggi kebebasan akademik dan hak menyampaikan pendapat di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, kampus terus membuka ruang dialog yang sehat, terbuka, dan beretika bagi seluruh sivitas akademika.
“Unhas tetap menjunjung tinggi kebebasan akademik, kebebasan menyampaikan pendapat, serta ruang dialog yang sehat dan beretika di lingkungan kampus,” ujarnya.
Ishaq menyebut kritik, masukan, dan aspirasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola kampus.
Namun, ia berharap setiap pendapat disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, dan melalui kanal komunikasi yang terbuka serta konstruktif.
Lebih lanjut, terkait isu pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kampus Unhas, pihak rektorat memastikan tetap membuka ruang pengawasan dan kritik, baik dari mahasiswa maupun unsur masyarakat sipil lainnya.
“Pengawasan dan masukan dari berbagai pihak menjadi bagian dari upaya perbaikan bersama. Karena itu, kami tetap membuka ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan secara objektif dan solutif,” katanya.
Sebelumnya, dugaan adanya ancaman DO terhadap mahasiswa Fakultas Teknik Unhas mencuat melalui unggahan di media sosial.
Unggahan tersebut menyebut mahasiswa yang mengkritik pengelolaan dapur MBG mendapat intimidasi dari pihak kampus.
Isu itu kemudian menjadi perhatian publik dan memicu beragam respons.
Namun, pihak Unhas menegaskan tidak pernah mengambil langkah skorsing maupun ancaman pemberhentian terhadap mahasiswa terkait penyampaian kritik atas program tersebut.(**)







