RUANG.NEWS MAKASSAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Makassar mengawali rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 dengan menggelar ziarah ke makam sejumlah pahlawan nasional dan tokoh bangsa di Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi agenda pembuka dari berbagai program ideologis, sosial, dan kerakyatan yang telah disiapkan partai hingga Agustus 2026.
Ketua Panitia Bulan Bung Karno 2026 DPC PDI Perjuangan Makassar, Fikhran Noer, mengatakan ziarah makam merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang sekaligus upaya menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan kepada kader partai.
“Kami mengawali seluruh rangkaian kegiatan pada hari ini dengan berziarah ke makam beberapa tokoh kebangsaan dan pahlawan kita, di antaranya Makam Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, dan Syekh Yusuf. Ini sesuai dengan pesan mendalam dari pendiri bangsa, Bung Karno: Jasmerah, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah,” ujar Fikhran.
Menurutnya, Bulan Bung Karno tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial.
PDI Perjuangan Makassar telah menyusun sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan akan berlangsung sepanjang Juni hingga Agustus 2026.
Program tersebut meliputi kegiatan sosial berupa aksi berbagi dan kepedulian terhadap sesama, pendidikan kebangsaan bagi generasi muda, kegiatan keagamaan melalui doa bersama untuk bangsa, serta program kerakyatan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan penguatan komunitas.
Fikhran menilai ziarah makam memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar ritual mengenang tokoh yang telah wafat. Kegiatan itu menjadi sarana refleksi untuk membangun kembali kesadaran berbangsa dan bernegara.
“Ziarah makam ini adalah cara kami menjemput rida sejarah. Berdiri di depan makam para pahlawan membuat kita sadar betapa mahalnya harga sebuah kemerdekaan dan kedaulatan. Ada korelasi kuat antara ziarah ini dengan semangat Bung Karno. Bung Karno mengajarkan kita untuk mewarisi apinya, bukan abunya,” katanya.
Ia menambahkan, perjuangan Sultan Hasanuddin, kegigihan Pangeran Diponegoro, serta keteladanan spiritual Syekh Yusuf menjadi inspirasi bagi kader partai untuk terus mengabdi kepada rakyat.
“Dengan mengingat perjuangan Sultan Hasanuddin, kegigihan Pangeran Diponegoro, dan kedalaman spiritual Syekh Yusuf, kami ingin membakar kembali api semangat Bung Karno di dalam dada setiap kader. Semangat untuk tidak pernah lelah mengabdi pada rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Melalui momentum Bulan Bung Karno 2026, PDI Perjuangan Makassar berharap nilai-nilai nasionalisme dan gotong royong semakin membumi di tengah masyarakat.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kompas dalam menjalankan berbagai program sosial dan pengabdian kepada masyarakat hingga Agustus mendatang.(**)








