RUANG.NEWS MAKASSAR — Bank Unhas resmi meluncurkan produk Kredit Pendidikan sebagai wujud komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Program ini dirancang untuk memberikan solusi pembiayaan yang fleksibel dan terjangkau bagi dosen dan mahasiswa agar dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Peluncuran sekaligus sosialisasi dilakukan pada Rapat Kerja Rumah Sakit Unhas 2026 yang dihadiri Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa, Wakil Rektor I Prof Rusdin, Wakil Rektor II Prof Subehan, serta Direktur Utama RS Unhas Prof Andi Muhammad Ichsan, di Hotel Gammara, Makassar, Jumat (6/2/2026).
Langkah ini diambil seiring meningkatnya kebutuhan akan instrumen keuangan yang mampu menjembatani kebutuhan pembiayaan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengatakan, sejak berdirinya Bank Unhas pada November 2025, pihaknya menegaskan visi strategis menjadikan Bank Unhas sebagai institusi perbankan pertama yang sepenuhnya berfokus pada ekosistem pendidikan.
“Komitmen itu diwujudkan melalui peluncuran Kredit Pendidikan yang dirancang khusus untuk memfasilitasi kebutuhan finansial sivitas akademika dan masyarakat luas,” ujarnya.
Program Kredit Pendidikan Bank Unhas menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain suku bunga rendah yang disesuaikan dengan kemampuan finansial, tenor panjang dengan masa pelunasan fleksibel hingga masa studi selesai, serta proses pengajuan yang cepat.
Direktur Utama Bank Unhas Henry Kisinger Sappetaw menyatakan, transformasi Bank Unhas bukan semata langkah bisnis, tetapi merupakan misi sosial untuk memastikan keberlanjutan akses pendidikan tinggi di Indonesia.
“Kami percaya biaya pendidikan tidak boleh menjadi penghalang bagi siapa pun untuk meraih mimpi, terutama bagi mahasiswa. Begitu pula bagi mereka yang ingin melanjutkan studi S2, S3, pendidikan spesialis, hingga sertifikasi nasional maupun internasional,” kata Henry.
Ia menambahkan, melalui Kredit Pendidikan, Bank Unhas ingin hadir sebagai mitra strategis dalam investasi di bidang pendidikan. Selain untuk pembayaran SPP atau UKT, kredit ini juga dapat digunakan untuk biaya pendukung riset, publikasi jurnal, pertukaran mahasiswa internasional, serta pengadaan perangkat penunjang belajar seperti laptop.
“Dengan adanya program ini, Bank Unhas berharap dapat membantu menurunkan angka putus kuliah akibat kendala ekonomi,” tutupnya.(**)







