RUANG.NEWS MAKASSAR — Plt Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, menyambut positif kebijakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, terkait penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai respons terhadap krisis energi.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Mendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026 yang memberikan fleksibilitas kepada perguruan tinggi untuk menerapkan sistem PJJ bagi mahasiswa.
Dalam surat edaran itu, setiap kampus diminta menyesuaikan pelaksanaan dengan kesiapan institusi dan karakteristik program studi, termasuk mempertimbangkan materi kuliah, capaian pembelajaran, serta efektivitas proses belajar.
Prof. Farida mengatakan, pihak kampus telah melakukan rapat koordinasi akademik guna mempersiapkan implementasi kebijakan tersebut secara menyeluruh.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi akademik, termasuk persiapan PJJ. Karena ini kebijakan Menteri, saya kira ini solusi terbaik dalam menyikapi kondisi saat ini,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menegaskan, UNM tidak menghadapi kendala berarti dalam menerapkan sistem pembelajaran daring. Pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi modal penting dalam mengelola proses pembelajaran secara online.
“Tidak ada masalah karena kami sudah pernah menerapkan pembelajaran daring saat pandemi COVID-19,” tambahnya.
Selain itu, UNM juga didukung infrastruktur digital yang memadai, salah satunya melalui Learning Management System (LMS) yang telah dikembangkan untuk menunjang kegiatan akademik.
“UNM sudah memiliki perangkat daring yang cukup baik, termasuk LMS yang sudah terbangun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Farida menyebutkan bahwa pihak kampus tengah mematangkan aspek teknis pelaksanaan agar penerapan PJJ dapat berjalan optimal di seluruh fakultas dan program studi.
Koordinasi juga telah dilakukan dengan para dekan untuk mengatur mekanisme pelaksanaan di tingkat jurusan maupun program studi masing-masing.
“Kami tinggal menyiapkan teknis pelaksanaannya. Seluruh dekan sudah diminta mengatur mekanisme di tingkat program studi,” katanya.
Ia memastikan, sistem pembelajaran jarak jauh akan mulai diberlakukan secara efektif pada pekan depan. Penerapan ini juga akan disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk untuk program pascasarjana yang saat ini tengah membuka penerimaan mahasiswa baru.
“Kami sudah berproses dan akan efektifkan mulai pekan depan, apalagi saat ini sedang berlangsung penerimaan mahasiswa baru pascasarjana,” ungkapnya.
Dalam skema yang disusun, pembelajaran daring juga akan diterapkan pada hari-hari tertentu, seperti Jumat. Namun secara umum, mekanisme pelaksanaan tetap bersifat fleksibel sesuai kebijakan masing-masing fakultas.
Di sisi lain, kegiatan kemahasiswaan tetap akan diatur agar berjalan efektif meskipun sebagian proses pembelajaran dilakukan secara daring.
“Kegiatan kemahasiswaan tetap kami atur agar berjalan efektif,” tutupnya.(**)









