RUANG.NEWS, PALOPO – Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria mengenakan celana pendek warna biru dan kaos warna hitam sambil membawa senjata tajam (Sajam) mendatangi rumah pribadi Wali Kota Palopo, Naili Trisal, viral di media sosial, Jumat (24/4) malam, sekitar pukul 21.00 Wita.
Belakang diketahui pria tersebut berinisial SL yang juga diduga seorang anggota kepolisian. Dalam rekaman vidoe, SL datang menggunakan sepeda motor dan sempat memanjat pagar dan meminta Naili Trisal keluar dari rumah.
Kejadian itu dibenarkan Syahrul, Pengacara Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo. Ia menyebutkan, saat insiden terjadi, Wali Kota Palopo, Naili Trisal dan Suaminya tidak berada di rumah.
“Saat kejadian, yang ada di dalam rumah itu hanya sopir rumah tangga dan dua asisten rumah tangga. Ibu Walikota dan suaminya tidak ada,” kata Syahrul kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV kata Syahrul, SL datang menggunakan sepeda motor sambil membawa parang di tangannya. Saat tiba di lokasi, pelaku sempat mencoba membuka pagar rumah, namun gagal karena dalam keadaan terkunci.
“Dia datang, putar motor, lalu mau buka pagar tapi terkunci. Mungkin karena jengkel, dia kemudian berteriak-teriak meminta Ibu Wali keluar,” jelasnya.
Menurut Syahrul, pelaku juga mengucapkan kata-kata kasar sambil berteriak di depan rumah. Karena tidak ada yang merespons, SL juga sempat panjat pagar rumah Wali Kota Palopo.
“Tidak ada yang membukakan, akhirnya dia memanjat pagar untuk memastikan siapa yang ada di dalam,” ujarnya.
Atas kejadian itu, sopir rumah tangga yang berada di lokasi kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi pada malam yang sama.
“Malam itu juga langsung melapor ke polisi. Yang melapor itu, sopir rumah tangga,” kata Syahrul.
Selain membuat laporan polisi lanjut Syahrul, pelopor juga mengadukan kejadian tersebut ke Propam Polres Palopo. Ia berharap, penanganan perkara tersebut dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Harapan kami, agar penanganan kasus ini berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, baik itu di Reskrim maupun di Propam,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki membenarkan laporan polisi tersebut. Dia menyebut kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.
“Sementara proses (penyelidikan), sambil melengkapi keterangan saksi-saksi,” pungkasnya. (**)








