RUANG.NEWS MAKASSAR — Dukungan terhadap Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) untuk kembali memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan terus mengalir menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Sulsel.
Salah satu dukungan datang dari Anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi Partai Gerindra, Vonny Ameliani Suardi.
Ia menilai AIA masih menjadi figur yang dibutuhkan untuk memimpin organisasi para pengusaha tersebut.
Menurut Vonny, pengalaman, kapasitas, dan jejaring nasional yang dimiliki AIA menjadi modal penting dalam memperkuat peran Kadin Sulsel di tengah tantangan pembangunan ekonomi daerah.
“Beliau merupakan anggota DPR, politisi Gerindra, dan saat ini sudah masuk jajaran tokoh nasional. Tentu kepemimpinannya sangat dibutuhkan Kadin Sulsel,” kata Vonny kepada RUANG.NEWS, Rabu (10/6/2026).
Ketua PD Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulsel itu menilai hingga kini belum ada figur yang mampu menggantikan peran strategis AIA dalam menggerakkan organisasi Kadin Sulsel, terutama dalam membangun sinergi antara dunia usaha dan pemerintah.
Selain itu, Vonny menilai jaringan nasional yang dimiliki AIA berpotensi membuka lebih banyak peluang investasi bagi Sulawesi Selatan.
Kemampuan AIA menjembatani kepentingan pelaku usaha daerah dengan pemerintah pusat juga menjadi nilai tambah bagi organisasi tersebut.
“Dengan kapasitas dan jaringan yang dimiliki, AIA mampu menjadi jembatan antara kepentingan pengusaha daerah dan kebijakan di tingkat pusat,” ujarnya.
Vonny yang juga menjabat Ketua KNPI Sulsel optimistis kepemimpinan AIA dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Penilaian serupa disampaikan Koordinator Bidang Ekonomi Lembaga Pemerhati Pemerintah dan Demokrasi (LP2D), Akbar. Menurutnya, AIA masih menjadi sosok yang dibutuhkan untuk memimpin Kadin Sulsel.
Akbar menilai pengalaman dan jejaring nasional AIA merupakan aset penting dalam memperkuat organisasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan kapasitas dan jaringan yang dimiliki, AIA mampu menjadi jembatan antara kepentingan pengusaha daerah dan kebijakan di tingkat pusat,” kata Akbar.
Ia berharap Musprov VIII Kadin Sulsel menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi dan perekonomian daerah, termasuk mempertimbangkan keberlanjutan kepemimpinan yang dinilai masih relevan dengan tantangan saat ini.
Musprov VIII Kadin Sulsel diperkirakan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan strategi organisasi ke depan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Sebagai informasi, Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Sulsel akan berlangsung di Bulukumba pada 12–14 Juni 2026.
Forum tertinggi organisasi tersebut akan menentukan arah kepemimpinan Kadin Sulsel untuk periode mendatang.(**)







