RUANG.NEWS MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) melanjutkan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri melalui tahapan wawancara bagi peserta Jalur Ketua OSIS dan Jalur Prestasi Olahraga, Seni, dan Keilmuan (POSK), Rabu (11/6/2026).
Melalui mekanisme ini, Unhas memperkuat komitmennya untuk menjaring calon mahasiswa tidak hanya berdasarkan capaian akademik, tetapi juga kepemimpinan, prestasi, serta potensi personal yang dimiliki peserta.
Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unhas, Nurul Ichsani, mengatakan tahapan wawancara menjadi ruang untuk menggali aspek yang tidak selalu tercermin dalam nilai rapor maupun hasil tes tertulis.
“Kegiatan ini kami laksanakan dan selesaikan dalam satu hari dengan waktu yang sama, tetapi di lokasi berbeda. Melalui wawancara, kami ingin melihat lebih jauh kapasitas dan rekam jejak peserta sesuai karakter masing-masing jalur seleksi,” ujar Nurul.
Sebanyak 194 peserta mengikuti tahapan wawancara dengan melibatkan 81 dosen sebagai pewawancara.
Pada Jalur Ketua OSIS, wawancara berlangsung di Aula LPMPP Kampus Unhas. Jalur ini diikuti 62 peserta, terdiri atas 60 calon mahasiswa Program Strata Satu (S1) dan dua peserta Program Sarjana Terapan (D4). Sebanyak 27 dosen bertugas sebagai pewawancara.
Sementara itu, wawancara Jalur POSK dilaksanakan di Dental Center RS Unhas dengan jumlah peserta mencapai 132 orang. Rinciannya, 129 peserta Program S1 dan tiga peserta Program D4. Unhas menugaskan 54 dosen untuk melakukan proses wawancara pada jalur tersebut.
Jalur Ketua OSIS diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan berasal dari sekolah berakreditasi A. Peserta juga harus memenuhi persyaratan khusus, yakni pernah menjabat sebagai Ketua OSIS selama satu periode.
Selain itu, calon mahasiswa wajib menunjukkan rekam jejak prestasi akademik maupun nonakademik melalui sertifikat atau piagam penghargaan yang dimiliki.
Adapun Jalur POSK memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa berprestasi di bidang olahraga, seni, keilmuan, maupun tahfidz untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui mekanisme seleksi berbasis talenta.
Khusus kategori tahfidz yang diikuti 57 peserta, Unhas menerapkan seleksi berlapis untuk memastikan kompetensi peserta sesuai dengan capaian yang dilaporkan. Tahap awal berupa uji hafalan Al-Qur’an oleh ustaz penguji, kemudian dilanjutkan dengan wawancara oleh tim fakultas.
Melalui tahapan tersebut, tim seleksi menilai kesiapan akademik, motivasi belajar, serta potensi pengembangan diri peserta.
Proses ini menjadi bagian dari upaya Unhas menghadirkan sistem penerimaan mahasiswa yang lebih inklusif dengan mengakomodasi beragam potensi dan capaian peserta. Penilaian tidak hanya bertumpu pada hasil belajar, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman, prestasi, dan kapasitas diri yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di bangku sekolah.
Melalui tahapan wawancara, peserta memperoleh kesempatan untuk menunjukkan rekam jejak, motivasi, serta potensi yang akan mereka kembangkan selama menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin.(**)







