RUANG.NEWS MAKASSAR – Peringatan Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam mencetak generasi unggul yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Ikatan Alumni (IKA) UMI Jabodetabek, Andi Muzakkir Aqil, berharap UMI terus melahirkan generasi emas yang berdaya saing, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika global.
Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya membentuk karakter dan melahirkan lulusan yang memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Sebagai alumni, saya berharap UMI terus melahirkan generasi emas yang bisa berguna bagi bangsa dan negara. Generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Muzakkir Aqil dalam momentum Milad ke-72 UMI.
Politikus Partai Demokrat itu menilai UMI selama ini konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman kepada mahasiswa.
Nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan tanggung jawab sosial.
“Alumni UMI harus mampu membawa dan mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat, sesuai dengan falsafah yang diajarkan di kampus,” katanya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, Muzakkir Aqil mengingatkan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap perubahan zaman.
Ia menilai perguruan tinggi harus terus berinovasi agar mampu menyiapkan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Penguatan kompetensi digital, penguasaan teknologi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan dalam proses pendidikan saat ini.
“Di tengah arus informasi yang begitu kuat, kampus harus lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global. UMI harus terus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi jati dirinya,” tegasnya.
Muzakkir Aqil optimistis UMI mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade, UMI dinilai memiliki modal kuat untuk terus melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang terus berkembang.
Ia berharap Milad ke-72 UMI menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat inovasi, dan menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai keislaman.
“UMI harus terus menjadi pelopor dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.(**)







