RUANG.NEWS MAKASSAR – Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menerima kunjungan tim evaluasi lapangan dari Direktorat Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX dalam rangka evaluasi pembukaan Program Studi Sarjana Kebidanan dan Program Studi Profesi Bidan, Rabu (1/7/2026).
Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., menyambut langsung kedatangan tim evaluasi di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat UIM Al-Gazali, Makassar. Penyambutan berlangsung hangat dan dihadiri jajaran pimpinan universitas.
Turut mendampingi rektor, para wakil rektor, kepala biro, sekretaris rektor, ketua lembaga, serta para dekan di lingkungan UIM Al-Gazali.
Evaluasi lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses verifikasi kesiapan Universitas Islam Makassar, khususnya Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), untuk membuka Program Studi Sarjana Kebidanan dan Program Studi Profesi Bidan.
Tim evaluasi terdiri atas Dr. Dewi Paska Situmorang dan Ade Dwi Pradita selaku Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Kelembagaan, Bdn. Irne Wida Dewiyanti, S.ST., M.Kes., M.Keb. dari Universitas Muhammadiyah Manado, serta Sinar Pertiwi, S.ST., M.PH. dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
Mewakili Direktorat Kelembagaan, Dr. Dewi Paska Situmorang menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh civitas akademika UIM Al-Gazali.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh persyaratan dan kesiapan yang telah dipersiapkan Fakultas Ilmu Kesehatan UIM Al-Gazali dalam pengusulan program studi baru.
“Kehadiran kami di Universitas Islam Makassar Al-Gazali merupakan bagian dari tugas Direktorat Kelembagaan untuk memotret dan memastikan seluruh kesiapan yang telah disiapkan Fakultas Ilmu Kesehatan dalam pengusulan pembukaan Program Studi Sarjana Kebidanan dan Program Profesi Bidan,” ujar Dewi.
Ia berharap proses evaluasi dapat berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi terbaik bagi pengembangan institusi.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Universitas Islam Makassar Al-Gazali. Semoga proses evaluasi ini berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal,” katanya.
Sementara itu, Rektor UIM Al-Gazali Prof. Muammar Bakry menegaskan bahwa pembukaan Program Studi Kebidanan dan Program Profesi Bidan merupakan bentuk komitmen universitas dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kebidanan, khususnya di Sulawesi Selatan, masih cukup tinggi sehingga kehadiran program studi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Tenaga kebidanan merupakan profesi yang sangat dibutuhkan, khususnya di Sulawesi Selatan. Kebutuhan terhadap tenaga kesehatan, terutama bidan, masih sangat besar. Karena itu, Universitas Islam Makassar Al-Gazali melalui Fakultas Ilmu Kesehatan berkomitmen membuka Program Studi Kebidanan dan Program Profesi Bidan,” ujar Prof. Muammar Bakry.
Ia menambahkan, tim pengusul telah mempersiapkan seluruh kebutuhan secara maksimal, mulai dari sumber daya manusia, kurikulum, sarana dan prasarana, hingga dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berharap kehadiran Program Studi Kebidanan dan Program Profesi Bidan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, berdaya saing, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
Prof. Muammar Bakry juga menyampaikan apresiasi kepada tim evaluasi lapangan yang telah hadir untuk melakukan penilaian sekaligus pendampingan terhadap proses pembukaan program studi baru di UIM Al-Gazali.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada tim Direktorat Kelembagaan dan LLDIKTI Wilayah IX yang telah berkenan hadir di Universitas Islam Makassar Al-Gazali. Kehadiran bapak dan ibu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Pelaksanaan evaluasi lapangan ini menjadi salah satu tahapan strategis dalam pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan UIM Al-Gazali sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas.(**)









