RUANG.NEWS SELAYAR – Harapan kembali muncul dalam operasi pencarian korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa di Perairan Barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dua penumpang kapal tersebut ditemukan selamat setelah diduga terapung di laut selama empat hari.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan, pihaknya menerima informasi pada Minggu (19/7) sekitar pukul 14.00 Wita mengenai penemuan dua orang yang diduga merupakan penumpang KLM Nurul Salsa, yang mengalami kecelakaan laut pada Rabu (15/7).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Kepulauan Selayar berkoordinasi dengan Ketua BPD Sabalana, Faril Paharu. Hasil koordinasi menyebutkan, kedua korban ditemukan sekitar pukul 13.00 Wita oleh nelayan KM Bari-Baria 05 asal Kabupaten Pangkep di perairan Pulau Sanipa, Kepulauan Sabalana.
Kedua korban diketahui bernama Asmal (24) dan Nurmiati (46), warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Saat ditemukan, keduanya berada di atas selembar gabus dengan mengenakan jaket pelampung. Selanjutnya, mereka dievakuasi ke Pulau Matala’ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.
Berdasarkan keterangan awal kedua korban, semula terdapat lima orang yang bertahan di atas gabus tersebut. Namun, selama hanyut di lautan, tiga orang di antaranya diduga meninggal dunia.
Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah sekitar dua malam karena kondisinya telah membusuk.
Hingga kini, identitas tiga korban yang diduga meninggal dunia tersebut masih belum dapat dipastikan. Polisi akan melakukan pendalaman setelah kondisi kedua korban memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
AKBP Didid Imawan mengatakan, informasi dari kedua korban menjadi petunjuk penting bagi Tim SAR Gabungan dalam melanjutkan operasi pencarian.
Lokasi penemuan yang berada cukup jauh dari titik tenggelamnya kapal juga menunjukkan kuatnya pengaruh arus laut yang membawa korban hingga ke wilayah perairan Kabupaten Pangkep.
“Polres Kepulauan Selayar telah berkoordinasi dengan Polres Pangkep serta jajaran kepolisian yang memiliki wilayah perairan untuk memperkuat pencarian dan memastikan setiap informasi terkait penemuan korban dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Didid.
Berdasarkan data Posko Operasi SAR hingga Minggu (19/7) pukul 14.30 Wita, sebanyak 59 korban telah ditemukan. Sementara itu, 17 korban lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Polres Kepulauan Selayar bersama Basarnas, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur SAR gabungan menyatakan akan terus melanjutkan operasi pencarian secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa pelayaran di wilayah Sulawesi Selatan, juga diimbau segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan korban atau barang yang diduga berkaitan dengan musibah tersebut agar dapat segera ditindaklanjuti.(***)








