Menu ✖

Politik

Di Hadapan Anggota Fraksi NasDem, RL: Kalau di Jabar Ada KDM, di Sulsel Ada Syahar

badge-check

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai NasDem yang juga anggota DPR RI, Rudianto Lallo (RL) (DOK: RUANG.NEWS) Perbesar

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai NasDem yang juga anggota DPR RI, Rudianto Lallo (RL) (DOK: RUANG.NEWS)

RUANG.NEWS MAKASSAR —Koordinator Wilayah Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Partai NasDem yang juga anggota DPR RI, Rudianto Lallo (RL), memuji kepemimpinan Ketua DPD Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) yang juga Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif (Syahar).

Di hadapan ratusan anggota Fraksi Partai NasDem se-Sulsel, RL menyebut Syahar sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam membangun dan menggerakkan kekuatan Partai NasDem di Sulsel.

RL bahkan menganalogikan kepemimpinan Syahar dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang populer dengan sapaan KDM.

“Kalau di Jawa Barat ada KDM, maka di Sulsel ada Syahar,” kata RL saat memberikan sambutan dalam acara Konsolidasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD se-Sulsel Partai NasDem di Hotel Claro Makassar, Minggu (30/8/2026).

Pernyataan tersebut langsung disambut riuh oleh para peserta. Mereka bersorak dan meneriakkan “Alako”, tagline yang melekat pada Syaharuddin Alrif sejak maju sebagai calon Bupati Sidrap dan hingga kini masih digunakan.

RL mengatakan, konsolidasi dan Bimtek menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, kekompakan, serta kebersamaan seluruh kader NasDem di Sulsel.

Menurut dia, kader harus memahami tahapan kerja politik setelah Pemilu. Ia membagi periode pascapemilu ke dalam beberapa fase yang harus dilalui secara terukur.

“Habis pemilu, pasti kita memulih dulu. Satu tahun pertama adalah masa pemulihan. Setelah itu, tahun kedua, setelah pemulihan, harus sudah mulai stabil,” ujar RL.

Ia menambahkan, tahun ketiga harus menjadi momentum kebangkitan karena kader mulai memasuki fase persiapan menghadapi kompetisi politik berikutnya.

“Tahun ketiga adalah tahun kebangkitan, karena kita sudah harus mulai bersiap untuk bertarung. Karena tahun keempat adalah masa kompetisi, masa pertarungan,” katanya.

Karena itu, RL meminta seluruh kader NasDem memanfaatkan Bimtek untuk memperkuat soliditas organisasi.

“Momentum Bimtek hari ini harus menjadi sarana untuk menyolidkan persatuan, kekompakan, dan kebersamaan kita,” tegasnya.

RL Tekankan Saling Mendukung

RL juga menyampaikan pesan Ketua Umum Partai NasDem agar seluruh kader saling menguatkan dan membesarkan hati.

“Pesan Ketua Umum yang disampaikan di mana-mana: mari sesama kader kita saling membesarkan hati,” katanya.

Ia menjelaskan, membesarkan hati sesama kader berarti saling mendukung dan membantu dalam menjalankan tugas politik maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Saya paling paham suasana kebatinan Kakak-Kakak sekalian. Saya pernah menjadi Ketua DPRD Makassar pada saat COVID. Waktu itu, hampir semuanya tidak berjalan. Itu adalah masa yang sulit,” ujarnya.

RL mengatakan kondisi tersebut memberikan pengalaman penting tentang bagaimana anggota legislatif harus tetap menjalankan fungsi DPRD di tengah keterbatasan anggaran dan aktivitas pemerintahan.

Menurut dia, salah satu kunci yang dapat dilakukan anggota DPRD adalah membangun sinergi dan kolaborasi dengan kepala daerah.

“Saya waktu menjadi Ketua DPRD Makassar, yang saya lakukan adalah kolaborasi dan sinergi dengan kepala daerah. Kegiatan DPRD saya kembangkan dan saya sinergikan dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

RL menegaskan, sepanjang kegiatan DPRD sesuai dengan kewenangan, fungsi, tugas, serta memiliki dasar hukum, anggota legislatif dapat menjalankannya melalui koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Kuncinya adalah sinergi dan kolaborasi dengan kepala daerah. Jadi, kalau kepala daerahnya sejalan, pasti enak anggota DPRD-nya,” katanya.

Ia mencontohkan kegiatan konsultasi publik dan sosialisasi peraturan daerah sebagai kegiatan yang dapat dilakukan anggota DPRD sepanjang memiliki dasar hukum yang jelas.

“Sepanjang berkaitan dengan wewenang, fungsi, dan tugas DPR, maka kita bisa membuat regulasi. Sepanjang kegiatan itu tidak fiktif dan ada dasar hukumnya, ada cantolan hukumnya, itu bisa dilakukan,” ujarnya.

RL mengatakan pola tersebut telah ia praktikkan ketika memimpin DPRD Kota Makassar. Menurut dia, pengalaman tersebut juga terinspirasi dari pola kerja DPRD Provinsi Sulsel saat Syaharuddin Alrif menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel.

“Dan itu terinspirasi dari DPRD Provinsi ketika Kakak Syahar menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, RL juga mengajak seluruh kader NasDem memperkuat barisan dan mendukung kepemimpinan partai di Sulsel.

Ia meminta kader terus membangun semangat kebersamaan dan saling menguatkan dalam menghadapi dinamika politik.

“Pesan saya, mari kita dukung Bapak Kharisah Arif memimpin Sulawesi Selatan dan menyolidkan kader-kader di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

RL kemudian mengutip falsafah Bugis-Makassar untuk menggambarkan pentingnya kebersamaan antarkader.

“Mali siparappe, mali sipakainga. Hendaknya kita saling menyematkan, saling menguatkan. Tarik-menarik ke atas, bukan tarik-menarik ke bawah. Bila salah, saling mengingatkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif mengatakan konsolidasi dan Bimtek tersebut menjadi ruang bagi kader untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kepartaian sekaligus memperkuat hubungan antara DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

“Kita membangun kekuatan ini bukan dalam satu atau dua hari. Kita sudah bergerak membangun kekuatan ini selama 14 tahun,” kata Syahar.

Ia meminta seluruh kader menjaga konsistensi dan terus bekerja untuk masyarakat Sulsel. Menurutnya, kader tidak boleh mudah goyah menghadapi dinamika politik.

“Kalau ada gangguan sedikit pun, jangan pernah ciut nyali. Terus bekerja untuk masyarakat Sulawesi Selatan. Kita harus bekerja dan memaksimalkan seluruh potensi yang kita miliki,” tegasnya.

Syahar menilai kerja kader di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Ia mengingatkan anggota legislatif dan kepala daerah dari NasDem agar memberikan contoh dan menjalankan nilai perjuangan partai setelah memperoleh jabatan.

“Kalau kader-kadernya tidak menjadi contoh dan teladan, maka masyarakat akan meninggalkan kita,” ujarnya.

Syahar menargetkan konsistensi dan kekuatan kolektif kader mampu mempertahankan posisi NasDem pada Pemilu 2029.

“Kalau kita konsisten, kalau kita istiqomah bergerak sesuai dengan harapan Ketua Umum, maka saya yakin pada 2029, dengan kekuatan kolektif-kolegial Partai NasDem, kita bisa mempertahankan kekuatan ini,” katanya.

Kader Diminta Tak Berjalan Sendiri

Syahar juga menyoroti pentingnya koordinasi antara anggota DPRD dengan kepala daerah yang diusung NasDem.

Ia meminta anggota legislatif tidak menjalankan agenda politik dan kerja-kerja kerakyatan secara sendiri-sendiri.

“Jangan jalan sendiri-sendiri. Karena kalau kita jalan sendiri-sendiri, nanti pada saat 2029, Anda juga akan dibiarkan jalan sendiri,” katanya.

Ia mendorong anggota DPRD provinsi melibatkan anggota DPRD kabupaten/kota ketika melakukan reses dan kegiatan pengawasan di daerah pemilihan masing-masing.

Menurut Syahar, pola kerja bersama akan memperkuat jaringan partai sekaligus mendekatkan NasDem dengan masyarakat.

“Semakin banyak gerakan, semakin banyak kegiatan, maka partai kita akan semakin dikenal, semakin dekat, dan semakin disenangi oleh masyarakat,” ujarnya.

Syahar juga meminta anggota DPRD tidak hanya mengandalkan kegiatan yang bersumber dari APBD. Ia mendorong kader mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan tugas.

“Kalau kita menjadi anggota dewan hanya mengharapkan kegiatan dari APBD tanpa inovasi dan tanpa kreativitas sebagai kader, maka pasti kita akan lewat pada pemilu berikutnya,” ucapnya.

Bimtek Bahas Perkembangan Sistem Pemilu

Selain membahas konsolidasi dan soliditas internal, kegiatan tersebut juga membahas perkembangan sistem politik dan pemilu.

Syahar mengatakan pihaknya menghadirkan salah satu direktur di Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan materi mengenai persiapan, pengaturan, dan tata kelola sistem pemilu.

Menurutnya, masih berkembang berbagai informasi mengenai masa jabatan anggota legislatif serta pelaksanaan pilkada ke depan.

Karena itu, Syahar meminta kader memperoleh informasi langsung dari pihak yang berkompeten agar tidak terjebak pada informasi yang belum jelas.

“Kita ingin memperjelas beberapa informasi tersebut. Mudah-mudahan teman-teman dapat memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya agar informasi mengenai politik dan berbagai perkembangan yang ada dapat sampai kepada kita semuanya,” jelasnya.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Supriansa Ajak Kader Golkar Makassar Rapatkan Barisan Menuju Musda

12 Okt 2026 - 00:05 WITA

Supriansa Ajak Kader Golkar Makassar Rapatkan Barisan Menuju Musda

Jika Ingin Maju Musda Demokrat Sulsel, Appi Butuh Minimal 6 Dukungan

11 Okt 2026 - 17:05 WITA

Jika Ingin Maju Musda Demokrat Sulsel, Appi Butuh Minimal 6 Dukungan

Abdul Hayat bersama Ketum Perindo Angela Tanoesoedibjo Bahas Penguatan Kader di Makassar

11 Okt 2026 - 10:03 WITA

Abdul Hayat bersama Ketum Perindo Angela Tanoesoedibjo Bahas Penguatan Kader di Makassar

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

10 Okt 2026 - 22:02 WITA

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

10 Okt 2026 - 19:37 WITA

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya
Trending di Politik