RUANG.NEWS MAKASSAR – Prof Eko Hadi Sujiono resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031.
Prof Eko menyerahkan berkas pendaftaran di Menara Phinisi UNM, lantai 14, Jumat (25/9/2026).
Usai mendaftar, Prof Eko menyampaikan komitmennya membangun UNM melalui tagline “Bahagia, Inovatif, dan Berdampak.”
“Ini tentu atas tercatatnya saya sebagai bakal calon rektor periode 2027–2031. Maka dengan ini saya menyatakan untuk secara bersama-sama membangun Universitas Negeri Makassar. Kami memiliki tagline: Bahagia, Inovatif, dan Berdampak,” kata Prof Eko.
Menurut Prof Eko, konsep bahagia yang ia maksud tidak hanya menyangkut kehidupan warga kampus selama berada di lingkungan universitas. Ia ingin suasana tersebut juga tercermin dalam kehidupan warga UNM di luar kampus.
“Bahagia di sini adalah bahagia lahir dan batin. Bukan hanya bahagia di kampus, tapi bahagia di rumah, bahagia di kampus, di lingkungan kerja, di tempat kerja,” ujarnya.
Selain tagline tersebut, Prof Eko menawarkan konsep Corporate University sebagai salah satu prinsip dalam membangun UNM. Konsep ini, kata dia, menempatkan seluruh unsur sivitas akademika untuk berkembang secara bersama-sama.
“Seluruh civitas akademika UNM, baik mahasiswa, pimpinan, dosen, dan demikian pula sampai yang bekerja di front office, pihak keamanan, semua akan maju secara bersama-sama,” katanya.
Prof Eko berharap konsep tersebut dapat menghilangkan sekat-sekat di lingkungan universitas sekaligus mendorong UNM melakukan lompatan dalam pengembangan institusi.
“Kami bukan bagian dari yang membentuk sekat-sekat, tapi kami yang membangun kebersamaan itu untuk UNM melakukan lompatan dua atau tiga kali lebih tinggi dari apa yang ada sekarang ini,” ujar Prof Eko.
Dalam proses Pilrek UNM, Prof Eko juga meminta dukungan berbagai pihak, termasuk insan pers. Ia berharap media turut menyampaikan program-program yang akan ia tawarkan selama tahapan pemilihan berlangsung.
Prof Eko juga mengapresiasi pimpinan UNM dan sejumlah pihak yang hadir mendampingi proses pendaftarannya.
Ia menyebut beberapa akademisi dan kolega yang hadir, di antaranya Prof Haris, Prof Adnan, Prof Rusli, serta koleganya dari Jakarta.
Jika mendapat kepercayaan memimpin UNM, Prof Eko menegaskan komitmennya agar tidak ada warga kampus yang tertinggal dalam proses pengembangan universitas.
“Kami berkomitmen, jika pada akhirnya nanti kami ditakdirkan untuk memimpin UNM, maka tidak ada satu pun warga UNM yang akan tertinggal di belakang,” katanya.
Komitmen tersebut ia rangkum dalam misi “Maju Bersama Membangun Universitas Negeri Makassar.”
Optimistis Raih Dukungan Senat
Terkait dukungan anggota Senat UNM, Prof Eko mengaku optimistis. Namun, ia memilih tidak menyebutkan secara terbuka nama-nama anggota senat yang disebutnya memberikan dukungan.
“Dukungan senat, InsyaAllah. Kami sangat optimistis,” katanya.
Menurut Prof Eko, anggota Senat UNM merupakan figur yang memahami arah pengembangan universitas ke depan.
“Kami tidak menyebutkan orang per orang siapa yang mendukung kami, tapi insyaAllah pada akhirnya nanti dukungan itu pasti ada, dan kemudian kita akan bersama-sama memajukan Universitas Negeri Makassar ini,” ujarnya.
Mengenai persaingan dalam Pilrek UNM periode 2027–2031, Prof Eko menyambutnya sebagai bagian dari proses mencari pemimpin yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan universitas.
Ia menilai seluruh bakal calon yang mendaftar merupakan figur yang memiliki kontribusi bagi UNM.
“Ini sangat bagus. Jadi semua calon yang akan mendaftar ini merupakan figur-figur yang secara nyata akan berkontribusi pada pengembangan UNM,” katanya.
Prof Eko juga menegaskan tidak memandang kandidat lain sebagai lawan dalam kontestasi tersebut.
“Sehingga saya secara pribadi sebagai calon menganggap semuanya itu adalah teman, semuanya itu adalah partner dalam mengembangkan Universitas Negeri Makassar,” katanya.(***)






