RUANG.NEWS MAKASSAR – Partai Golkar mulai mematangkan strategi pemenangan Pemilu 2029 di kawasan Indonesia Timur.
Makassar menjadi pusat konsolidasi melalui Rapat Koordinasi Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi Partai Golkar se-Indonesia Timur, Jumat (16/10).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antarwilayah, menyusun peta politik, serta memantapkan strategi pemenangan partai hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS).
Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Indonesia, Emanuel Melkiades Laka Lena, dijadwalkan membuka langsung kegiatan tersebut.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Kadir Halid, mengatakan rapat koordinasi teknis (Rakornis) tersebut menjadi momentum untuk memantapkan strategi pemenangan di setiap provinsi di kawasan Indonesia Timur.
Menurut Kadir, setiap daerah perlu menyusun pemetaan politik dan target yang jelas agar strategi pemenangan sesuai dengan kondisi serta potensi wilayah masing-masing.
“Dengan adanya rapat koordinasi teknis ini, diharapkan kerja-kerja pemenangan pemilu di masing-masing provinsi yang ada di kawasan Indonesia Timur semakin mantap. Untuk Sulsel, kita membuat pemetaan serta target sampai di tingkat TPS,” kata Kadir Halid.
Ia menegaskan, pemetaan hingga tingkat TPS menjadi salah satu kunci dalam menyusun strategi politik yang terarah.
Melalui pemetaan tersebut, Golkar dapat mengidentifikasi wilayah prioritas konsolidasi, menentukan target politik, serta memperkuat kerja organisasi di setiap daerah.
Selain membahas strategi pemenangan, Rakornis juga menjadi forum bagi jajaran pengurus untuk menyelaraskan program dan langkah politik agar bergerak dalam satu arah menuju Pemilu 2029.
Sementara itu, Bimtek Fraksi Partai Golkar se-Indonesia Timur berfokus pada peningkatan kapasitas kader yang bertugas di lembaga legislatif.
Penguatan tersebut mencakup pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Melalui dua agenda tersebut, Golkar berupaya menyelaraskan gerak struktur partai dengan anggota fraksi di setiap daerah.
Langkah ini diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memantapkan strategi pemenangan menuju Pemilu 2029.(***)










