RUANG.NEWS MAKASSAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar, khususnya Wali Kota Munafri Arifuddin, dalam mempersiapkan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Wajo dan Bone.
Ketua Umum KONI Makassar, Ismail, menyampaikan apresiasi tersebut saat pelepasan kontingen Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Makassar, Selasa (27/10/2026).
Ia menilai dukungan pemerintah kota menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang persiapan atlet, mulai dari latihan hingga keberangkatan menuju arena pertandingan.
“Atas nama KONI Kota Makassar, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin,” kata Ismail.
Ia bersyukur karena dukungan pemerintah selama ini membantu para atlet menjalani latihan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi Porprov XVIII Sulsel 2026.
“Kami bersyukur karena selama ini pemerintah telah memberikan dukungan sehingga para atlet dapat berangkat, menjalani latihan, dan nantinya mengikuti Porprov. Insyaallah, kita bisa meraih juara di Porprov mendatang,” ujarnya.
Ismail menegaskan, Porprov XVIII Sulsel 2026 menjadi momentum untuk mengukur hasil kerja KONI Makassar sejak dirinya mulai memimpin organisasi tersebut pada 2025.
Menurutnya, berbagai program dan persiapan yang berjalan melalui anggaran 2025 dan 2026 kini memasuki tahap pembuktian di arena pertandingan.
Ia berharap seluruh persiapan tersebut mampu mengantarkan Makassar kembali meraih gelar juara umum, sekaligus mempertahankan prestasi yang telah diraih pada Porprov sebelumnya di Sinjai dan Bulukumba.
“Target kita kali ini tidak muluk-muluk. Kita harus berjuang meraih juara dan mempertahankan medali yang telah kita peroleh sebelumnya. Pada Porprov di Sinjai dan Bulukumba, Kota Makassar meraih kurang lebih 176 medali emas,” ungkapnya.
Pada Porprov kali ini, Makassar akan mengikuti pertandingan di 45 cabang olahraga. Ismail berharap kontingen mampu meningkatkan perolehan medali emas hingga mencapai 200 medali.
“Sekarang, kita akan mengikuti pertandingan pada 45 cabang olahraga. Saya berharap perolehan medali emas bisa mencapai 200 medali, tidak kurang dari itu,” tegasnya.
Ia mengakui target tersebut membutuhkan perjuangan besar. Karena itu, Ismail meminta seluruh atlet dan ofisial menjaga kekompakan, kebersamaan, serta sikap saling menghargai selama mengikuti pertandingan di Bone dan Wajo.
Selain menargetkan prestasi, Ismail mengingatkan seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas.
Ia menilai kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari pertandingan yang harus diterima dengan sikap profesional.
“Dalam pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Karena itu, junjung tinggi sportivitas. Kita tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus saling mendukung dan menjaga kebersamaan,” pesannya.
Ismail juga menyatakan kesiapannya mendampingi kontingen Makassar secara langsung selama pelaksanaan Porprov. Ia berencana berada di Bone dan Wajo selama satu minggu untuk memberikan dukungan kepada para atlet.
Ia turut menegaskan bahwa seluruh pengurus KONI Makassar wajib hadir di lokasi pertandingan untuk mengawal dan menyemangati atlet yang berjuang membawa nama daerah.
“Pesan utama saya, jangan berangkat hanya untuk bertanding. Berangkatlah untuk memperjuangkan prestasi dan membawa pulang kebanggaan bagi Kota Makassar,” katanya.
Ismail mengungkapkan, KONI Makassar telah mempersiapkan kebutuhan akomodasi sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan Porprov.
Pihaknya bahkan telah memesan hotel berkapasitas besar di Bone dan Wajo untuk menunjang kebutuhan kontingen.
Menurutnya, persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan para atlet dapat berkonsentrasi menghadapi pertandingan.
Ia berharap dukungan pemerintah kota dan kesiapan fasilitas yang tersedia mampu membantu kontingen memaksimalkan potensi mereka.
Menutup sambutannya, Ismail mengajak seluruh atlet, ofisial, dan pengurus KONI Makassar berjuang bersama demi mengharumkan nama daerah.
Ia menyampaikan pesan tersebut melalui pantun:
Dari Makassar kita berangkat,
Di Bone dan Wajo kita berjuang.
Untuk Makassar kita raih prestasi,
Demi kebanggaan dan kehormatan Kota Makassar.
“Hari ini kita berangkat membawa nama Kota Makassar, dengan tekad meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” tutup Ismail.(***)







