RUANG.NEWS MAKASSAR — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi momentum bagi kader muda untuk memperkuat militansi, loyalitas, dan komitmen terhadap perjuangan Partai Gerindra.
Salah seorang peserta, Erwin Wijaya, mengaku senang sekaligus bangga dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Erwin bersama puluhan rekannya merupakan peserta yang mendapat rekomendasi dari Anggota DPRD Sulsel Fraksi Partai Gerindra, H. Patudangi Azis.
Erwin menilai Diklat Laskar Gerindra memberikan pengalaman penting bagi dirinya untuk memahami lebih jauh nilai militansi dan tanggung jawab sebagai bagian dari kader partai.
“Saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti Diklat Laskar Gerindra ini. Banyak hal yang saya dapat, terutama mengenai arti militansi, loyalitas, dan bagaimana seorang kader harus memiliki komitmen dalam menjalankan perjuangan partai,” kata Erwin, Senin (7/9).
Menurut Erwin, materi dan pembinaan selama diklat membuat dirinya semakin memahami bahwa menjadi kader Gerindra tidak hanya soal bergabung dalam partai, tetapi juga kesiapan untuk menjalankan tugas dan rekomendasi organisasi.
Ia pun menyatakan siap mengikuti arahan dan rekomendasi yang diperoleh selama diklat, termasuk mengambil bagian dalam mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Setelah mengikuti diklat ini, saya semakin memahami apa arti militansi di Partai Gerindra. Saya siap mengikuti rekomendasi yang diberikan dan ikut mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Bagi saya, ini merupakan bentuk komitmen sebagai kader untuk ikut berkontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Erwin juga mengapresiasi dukungan dan rekomendasi H. Patudangi Azis yang memberikan kesempatan kepadanya mengikuti Diklat Laskar Gerindra Sulsel.
Ia berharap pengalaman selama diklat dapat menjadi bekal untuk terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus menjalankan peran sebagai kader di tengah masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada Bapak H. Patudangi Azis yang telah memberikan rekomendasi sehingga saya bisa mengikuti kegiatan ini. Saya ingin menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus belajar, bekerja, dan memberikan kontribusi bagi Gerindra serta masyarakat,” tutur Erwin.
Tekankan Kaderisasi dan Militansi
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya kaderisasi untuk membangun kader yang memiliki kesamaan ideologi, visi, loyalitas, dan militansi.
Andi Iwan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Diklat Laskar Gerindra Sulsel di kawasan Batu Lapisi, Malino, Kabupaten Gowa.
Kegiatan berlangsung pada Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9) dan melibatkan sekitar 500 kader muda dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Andi Iwan mengatakan Gerindra merupakan partai kader yang memiliki ideologi dan visi. Karena itu, partai perlu membangun kader melalui proses pembinaan sejak usia muda.
“Gerindra adalah partai kader yang punya ideologi dan visi. Kita ingin mencetak kader sendiri sejak muda,” kata Andi Iwan.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI tersebut menegaskan, kaderisasi tidak cukup hanya dengan merekrut tokoh yang telah memiliki pengalaman politik.
Menurutnya, Gerindra perlu membangun kader sejak dari proses awal agar memiliki pemahaman kuat terhadap ideologi dan visi partai.
“Tidak sebatas menerima dan merekrut tokoh yang sudah jadi,” ujarnya.
Menurut Andi Iwan, kader muda memegang peranan penting dalam proses regenerasi Gerindra.
Mereka diharapkan tumbuh dengan pemahaman ideologi yang sama serta mampu menjalankan perjuangan politik partai secara konsisten.
“Karena kita butuh kader muda yang sejalan, punya ideologi yang sama,” kata Ketua DPD Kadin Sulsel tersebut.
Ia menyebut perjalanan Gerindra selama 18 tahun telah memberikan banyak pengalaman dalam membangun dan mengembangkan kader.
Pengalaman tersebut menjadi modal bagi partai untuk terus memperbaiki sistem kaderisasi dan menyiapkan kader untuk kebutuhan jangka panjang.
“Selama 18 tahun Gerindra berdiri, Gerindra sudah banyak melalui perjalanan kader,” katanya.
Andi Iwan juga menyoroti pentingnya loyalitas dalam proses kaderisasi.
Ia tidak ingin pembinaan melahirkan kader instan yang mudah goyah atau berpindah haluan ketika menghadapi dinamika politik.
“Kita tidak lagi ingin punya kader instan yang mudah goyah atau pindah partai di tengah jalan, tapi kita ingin mencetak kader militan yang loyal dan siap berjuang bersama,” tegasnya.
Politisi alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) itu berharap peserta Diklat Laskar Gerindra Sulsel dapat mengambil peran dalam pemenangan Gerindra pada Pemilu 2029.
Ia mendorong kader muda tidak hanya aktif dalam struktur internal partai, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat.
Kader diharapkan mampu menyampaikan ideologi dan visi Gerindra hingga ke tingkat akar rumput.
“Kader-kader ini diharapkan ambil bagian dalam pemenangan Pemilu 2029 dan turun menyampaikan ideologi dan visi Gerindra ke akar rumput,” ujar Andi Iwan.
Komitmen Erwin untuk menjalankan hasil diklat dan mengawal program prioritas Prabowo menjadi bagian dari semangat Laskar Gerindra dalam membangun kader muda yang militan, loyal, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.(***)







