RUANG.NEWS MAKASSAR — Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, mendorong Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat dukungan terhadap sektor industri kreatif, menyusul polemik penilaian kerja kreatif yang mencuat dalam kasus videografer di Kabupaten Karo.
Menurutnya, isu tersebut menjadi pengingat penting bahwa sektor ekonomi kreatif membutuhkan pemahaman yang lebih utuh serta perlindungan yang memadai, khususnya di tingkat daerah.
Andi Makmur menyampaikan hal itu sebagai respons atas pandangan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang menekankan pentingnya menghargai proses kreatif sebagai bagian utama dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Ia menilai, cara pandang terhadap kerja kreatif perlu diluruskan agar tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mempertimbangkan proses panjang yang melibatkan ide, keahlian, dan waktu.
“Kerja kreatif itu tidak sederhana. Ada proses panjang di dalamnya, mulai dari perencanaan, pengembangan ide, hingga eksekusi. Karena itu, sudah sepatutnya dipahami sebagai pekerjaan yang memiliki nilai dan layak dihargai,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai polemik tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap pelaku industri kreatif, khususnya di Kota Makassar.
Pemerintah daerah diharapkan melihat sektor ini sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.
Andi Makmur juga menegaskan bahwa pandangan Ketua Umum DPP PKB akan menjadi perhatian serius Fraksi PKB DPRD Kota Makassar.
“Kami sejalan dengan pandangan Ketua DPP. Ini menjadi catatan sekaligus kewajiban moral bagi seluruh anggota Fraksi PKB untuk menindaklanjutinya secara serius, terutama dalam proses legislasi di Kota Makassar,” katanya.
Ia menyebutkan, langkah konkret dapat dilakukan melalui penguatan kebijakan daerah yang tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.
Hal itu termasuk menghadirkan regulasi yang adaptif terhadap dinamika industri.
Menurutnya, Kota Makassar memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif, mulai dari konten digital, desain, hingga produksi audiovisual.
Potensi tersebut perlu didukung oleh ekosistem yang sehat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Banyak anak muda saat ini menggantungkan hidupnya di sektor kreatif. Karena itu, perhatian pemerintah daerah sangat penting, baik dalam bentuk kebijakan, fasilitasi, maupun perlindungan terhadap pelaku usaha kreatif,” ujarnya.
Ia berharap momentum ini tidak berhenti sebagai wacana semata, tetapi menjadi bahan refleksi bersama dalam memperkuat arah kebijakan daerah yang berpihak pada pengembangan ekonomi kreatif.
“Ini momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa kreativitas memiliki nilai. Tinggal bagaimana kita memastikan ruang itu tumbuh dengan baik dan mendapat dukungan yang memadai,” tutupnya.(**)







