RUANG.NEWS MAKASSAR – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI mendorong transformasi produksi UMKM berbasis teknologi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Provinsi Sulawesi Selatan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Asistensi Produksi Melalui Layanan Digital Berbasis AI” yang digelar di Gammara Hotel Makassar, Selasa (28/4/2026).
Sebanyak 46 pelaku usaha kecil mengikuti program ini yang terselenggara melalui kolaborasi dengan Kaizen Collaborative Impact dan AIM ASEAN.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Lydia Gandini Triastuty, menjelaskan kegiatan ini bertujuan mempercepat peralihan UMKM dari sistem produksi manual ke digital.
“Program ini sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan ekosistem digital dan pemanfaatan teknologi AI,” ujarnya.
Ia memaparkan, data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) mencatat jumlah UMKM di Indonesia mencapai 30,18 juta unit usaha. Sektor ini menyerap 96,9 persen tenaga kerja dan berkontribusi sebesar 60,51 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Namun, tantangan masih besar. Sebanyak 93,95 persen UMKM masih menjalankan proses produksi secara manual, sementara tingkat adopsi teknologi digital baru mencapai sekitar 12 persen.
Menurut Lydia, teknologi AI dapat membantu pelaku UMKM membaca tren pasar, mengelola stok, meningkatkan kualitas produk, serta mengambil keputusan berbasis data.
Pemanfaatan AI juga berpotensi meningkatkan kontribusi ekonomi nasional hingga lebih dari 3,67 persen terhadap PDB.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas produksi berbasis digital dan AI, memperkuat kualitas produk dan branding, menyusun rencana bisnis digital, serta mencetak pelaku UMKM unggulan atau local heroes.
Dukungan terhadap transformasi ini juga datang dari pemerintah daerah.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Asykur Abu Bakar, mengembangkan Rumah Produksi Bersama (RPB) Garam di Kabupaten Pangkep yang dikelola Koperasi Produsen Mappatuwo.
RPB tersebut menjadi model penguatan produksi berbasis teknologi dengan fasilitas laboratorium digital, sistem QR traceability, teknologi tunnel, serta strategi pemasaran digital untuk memperluas akses pasar hingga ekspor.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Indriastuti Saggaf, menegaskan bahwa transformasi digital dan pemanfaatan AI menjadi kunci meningkatkan daya saing UMKM di daerah.
Ia menyebut UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulsel berperan sebagai pusat pendampingan, mulai dari literasi digital hingga penerapan AI, termasuk analisis pasar, manajemen stok, branding, dan pencatatan keuangan berbasis teknologi.
“Target jangka panjangnya adalah menjadikan Sulawesi Selatan sebagai Center of Excellence AI bagi UMKM di Kawasan Timur Indonesia, dengan satu juta UMKM aktif memanfaatkan teknologi digital,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Project Learning Officer Kaizen Collaborative Impact, Muhammad Iqbal Gunawan, bersama Master Trainer AIM ASEAN, Nurul Wahyuni, mendampingi peserta beralih dari sistem manual ke digital.
Pendampingan ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, serta memperluas akses pasar. Program ini juga mendorong UMKM agar lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Selain itu, kegiatan ini menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib, etika, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi AI agar benar-benar mendukung strategi bisnis.
Kementerian UMKM berharap program asistensi ini dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di Sulawesi Selatan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.(**)








