RUANG.NEWS MAKASSAR – Keinginan untuk bergabung dengan PB Djarum menjadi motivasi utama atlet bulu tangkis PB Manguni, Minahasa, Sulawesi Utara, Kartika Tambahani, mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026.
Tekad tersebut membuahkan hasil setelah ia berhasil melangkah hingga babak semifinal di Makassar.
Pencapaian ini menjadi peningkatan dibandingkan penampilannya pada Audisi Umum PB Djarum tahun lalu di Kudus, Jawa Tengah. Saat itu, Kartika hanya mampu menembus tahap turnamen.
Kartika mengaku bersyukur dapat kembali bersaing hingga babak semifinal. Menjelang pertandingan berikutnya, ia menilai konsistensi permainan dan kekuatan mental menjadi kunci untuk meraih hasil terbaik.
“Yang penting konsisten, mental juga,” ujar Kartika setelah mengikuti audisi di Dafest Sport Futsal & Badminton, Kamis (6/8).
Ia mengungkapkan alasan kembali mengikuti audisi tidak lepas dari cita-citanya menjadi bagian dari PB Djarum.
“Biar bisa berhasil masuk PB Djarum,” katanya.
Menurut Kartika, PB Djarum dipilih karena dinilai mampu memberikan jaminan yang lebih baik bagi pengembangan karier atlet bulu tangkis.
“Karena lebih menjamin,” ucapnya.
Kartika juga menilai pelaksanaan audisi di Makassar memiliki perbedaan dibandingkan di Kudus tahun lalu, terutama dari jumlah peserta.
“Yang di Kudus pesertanya ribuan, sedangkan di sini ratusan,” tuturnya.
Sementara itu, pelatih PB Manguni, Marcelino Paruntu yang akrab disapa Bang Acil, mengatakan minimnya kompetisi bulu tangkis di Sulawesi Utara membuat para atletnya antusias mengikuti berbagai turnamen dan audisi sebagai sarana menambah pengalaman bertanding.
“Di Manado itu kurang pertandingan. Setahun paling cuma dua kali ada pertandingan. Jadi mereka sukanya ikut pertandingan dan audisi untuk cari pengalaman,” katanya.
Bang Acil menuturkan, semangat Kartika mengikuti audisi tahun ini juga didorong rasa penasaran setelah tahun lalu gagal melangkah lebih jauh.
“Tahun lalu cuma sampai tahap turnamen, jadi penasaran ikut lagi. Sekarang bisa masuk semifinal,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum di Makassar karena dinilai lebih mudah dijangkau oleh atlet-atlet asal Sulawesi, khususnya Sulawesi Utara.
“Kalau di sini bisa naik mobil atau kapal, jadi lebih membantu dibanding harus ke Kudus,” katanya.
Bang Acil berharap ke depan audisi serupa dapat digelar di Manado agar semakin banyak atlet berbakat memiliki kesempatan mengikuti seleksi tanpa terkendala biaya perjalanan.
“Mudah-mudahan tiap tahun bisa ada juga di Manado. Banyak anak-anak yang bagus, tapi kalau harus ke luar daerah kasihan biayanya,” ungkapnya.
Pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar, PB Manguni membawa lima atlet. Hingga babak semifinal, tiga atlet di antaranya masih bertahan dan berpeluang meraih tiket bergabung dengan PB Djarum.
“Harapannya juara, bisa dapat tiket,” tutup Bang Acil.(***)






