RUANG.NEWS MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Tenri Uji Idris, menyampaikan kekecewaannya saat melaksanakan reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Kelurahan Parangtambung, Rabu (11/2/2026).
Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menyoroti minimnya kehadiran lurah di sejumlah titik reses yang ia kunjungi. Padahal, menurutnya, reses merupakan forum resmi untuk menyerap sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan.
Pada titik pertama kegiatan, Tenri Uji secara terbuka mempertanyakan keberadaan lurah setempat.
“Semoga bisa menyerap aspirasi dan menyalurkannya ke masyarakat di dapil. Tapi mana ini Pak Lurah? Tolong kalau reses anggota dewan diperhatikan, karena kami masuk di wilayah untuk kepentingan warga,” ujarnya.
Ia menegaskan, ketidakhadiran lurah bukan kali pertama terjadi. Memasuki tahun keduanya sebagai anggota dewan, ia masih menemukan pola serupa di sejumlah wilayah.
“Tahun keduaku ini. Tahun pertama saya masih diam-diam, tapi di beberapa wilayah yang saya datangi tidak ada lurahnya,” ungkapnya.
Menurut Tenri Uji, absennya aparat kelurahan membuat proses penyerapan aspirasi tidak berjalan maksimal.
Kehadiran lurah dinilai penting untuk mencatat langsung usulan warga sekaligus mengoordinasikan tindak lanjut di level pemerintahan terdekat.
“Berapa kali saya reses tidak ada lurah, padahal itu wilayahnya yang mau diserap aspirasinya. Saya sangat kecewa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kebiasaan lurah yang hanya mengutus perwakilan, bahkan ada yang sama sekali tidak hadir tanpa keterangan.
“Banyak reses saya, lurah hanya diwakili, atau malah tidak datang sama sekali,” tambahnya.
Legislator Dapil V itu berharap ke depan para lurah lebih proaktif menghadiri kegiatan reses, karena forum tersebut menyangkut langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur, layanan sosial, hingga persoalan lingkungan.
Menurutnya, sinergi antara anggota dewan dan pemerintah kelurahan menjadi kunci agar setiap aspirasi warga tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar diperjuangkan dalam program pembangunan Kota Makassar.
“Ini kegiatan untuk kepentingan warga juga, jadi seharusnya kita sama-sama hadir dan serius memperjuangkannya,” pungkasnya.(**)







