RUANG.NEWS MAKASSAR – Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bulukumba semakin mengerucut. Dari sejumlah kandidat, kini hanya dua nama yang bertahan, yakni Fahidin HDK dan Andi Muhammad Anwar Purnomo.
Fahidin yang saat ini menjabat sebagai ketua DPC berupaya mempertahankan posisinya. Sementara itu, Anwar Purnomo, anggota DPRD Sulawesi Selatan dari daerah pemilihan Bulukumba–Sinjai, tampil sebagai penantang kuat.
Kontestasi dua kader ini dinilai akan menentukan arah kepemimpinan PKB Bulukumba menjelang Pemilu 2029.
Anwar Purnomo menegaskan kesiapannya menghadapi petahana dengan membawa gagasan penguatan partai. Ia menyoroti pentingnya memperluas basis kader, terutama dari kalangan perempuan, milenial, dan generasi muda.
“Kami siap menjalankan arahan DPP sekaligus menyiapkan strategi menghadapi dinamika politik ke depan,” kata Anwar usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) tahap II di Markas PKB Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, tim penguji dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) lebih menitikberatkan pembahasan pada visi, misi, serta target politik menuju 2029 dalam UKK tahap II. Selain itu, penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi fokus utama.
Menurut Anwar, tren pemilih muda harus direspons dengan langkah konkret, termasuk merekrut kader potensial dan militan.
Sementara itu, tiga kandidat lainnya dipastikan gugur karena tidak mengikuti seluruh tahapan UKK. Mereka yakni Alkhaizar dan Andi Erlina, yang juga anggota DPRD Bulukumba. Adapun mantan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, memilih mundur dari pencalonan.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Selatan menggelar UKK tahap II bagi calon ketua DPC kabupaten/kota di Makassar. Tahapan ini diikuti 34 kandidat yang lolos seleksi awal dari total 44 peserta.
Tim penguji yang terdiri dari unsur DPP PKB dan akademisi menilai kapasitas, komitmen, serta kesiapan kandidat dalam membangun organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad, menegaskan bahwa proses ini tidak hanya mengukur kemampuan individu, tetapi juga kesiapan kandidat dalam memperkuat infrastruktur partai.
“Kami melihat sejauh mana kandidat mampu meyakinkan DPP terkait kesiapan membangun partai sampai ke tingkat bawah,” ujar Azhar.
Ia menambahkan, DPP PKB akan menetapkan Ketua DPC berdasarkan hasil UKK dan rekomendasi DPW.
DPW menargetkan pelantikan pengurus DPC berlangsung pada Juli 2026. Seluruh struktur partai diharapkan rampung hingga tingkat bawah paling lambat Desember 2026.
Azhar menegaskan, evaluasi akan dilakukan terhadap pengurus yang tidak memenuhi target. Bahkan, partai dapat mengganti kepengurusan jika komitmen yang disampaikan saat UKK tidak terealisasi.
“Setelah dilantik, mereka harus langsung bekerja. Jika tidak memenuhi komitmen, kami akan evaluasi hingga pergantian,” tegasnya.
Ia berharap proses UKK ini melahirkan pemimpin yang solid dan siap menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.(**)







