RUANG.NEWS MAKASSAR – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis emas sejak meluncurkan layanan bullion bank pada 26 Februari 2025. Hingga Mei 2026, total emas kelolaan BSI secara nasional mencapai 22,5 ton.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas atau bullion bank di Indonesia.
Program bullion bank merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional dan telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin usaha bullion kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Regional CEO BSI Region Makassar, Sukma Dwie Priardi, mengatakan minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat seiring bertambahnya literasi dan edukasi mengenai bullion bank.
Menurutnya, transformasi digital melalui aplikasi BYOND by BSI turut mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan emas.
“Melalui BYOND by BSI, masyarakat cukup memiliki dana sekitar Rp50 ribuan untuk membeli BSI Emas secara aman dan realtime. Nasabah juga bisa mentransfer gramasi emas melalui fitur Bank Emas,” ujar Sukma dalam kegiatan Ngopi Media bersama BSI di Makassar, Senin (25/5/2026).
Ia mengungkapkan, total emas kelolaan BSI di Regional Makassar kini mencapai 163 kilogram. Mayoritas nasabah berasal dari kalangan anak muda dan generasi milenial yang mulai sadar pentingnya investasi emas berbasis syariah.
Menurut Sukma, tren tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap instrumen investasi yang aman, stabil, dan mampu menjaga nilai aset di tengah inflasi.
Selain layanan tabungan emas digital, BSI juga terus memperluas ekosistem bisnis emas melalui berbagai produk terintegrasi seperti cicil emas dan gadai emas.
“Kami terus mengembangkan layanan emas yang terintegrasi untuk memperkuat ekosistem emas syariah di Indonesia. Emas menjadi instrumen investasi yang stabil sekaligus memiliki nilai lindung terhadap inflasi,” katanya.
BSI juga memperkuat infrastruktur digital dan memperluas jangkauan layanan agar semakin mudah diakses masyarakat di berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Sukma turut mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan BSI. Ia meminta nasabah selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi perusahaan.
Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui situs, layanan BSI Call 14040, WhatsApp resmi BSI di 0815-8411-4040, serta akun media sosial resmi BSI.(**)








