RUANG.NEWS JAKARTA – Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menyatakan mayoritas masyarakat masih memberikan penilaian positif terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi hasil survei nasional Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) mengenai evaluasi publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.
“Kalau kita lihat bahwa mayoritas masyarakat masih puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Kalau kita gabungkan yang cukup puas dan yang puas, kira-kira di angka 64,8 persen,” kata Bahtra di Jakarta Pusat, Sabtu.
Berdasarkan survei Puspoll Indonesia yang dilaksanakan pada 18–26 Mei 2026, sebanyak 64,8 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, sedangkan 28,9 persen menyatakan kurang puas.
Bahtra menilai tingkat kepuasan tersebut dicapai di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk memperkuat tata kelola pengelolaan sumber daya alam.
“Kita tahu Pak Prabowo sangat concern terhadap pengusaha-pengusaha sawit dan pengusaha tambang yang selama ini memberikan sumbangsih terhadap negara sangat kecil. Kenapa sangat kecil? Karena berbagai cara dilakukan agar, misalnya, pajaknya bisa ditekan menjadi lebih rendah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga berkomitmen menindak praktik under invoicing dalam ekspor komoditas sumber daya alam, termasuk nikel dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), sebagai bagian dari upaya meningkatkan penerimaan negara dan memperbaiki tata kelola sektor strategis.
“Jadi, kita sangat bersyukur walaupun dinamikanya, baik tekanan global yang begitu kuat maupun tekanan domestik yang tidak mudah, karena Pak Prabowo ingin betul-betul membereskan persoalan hilirisasi sumber daya alam. Kita tahu sendiri bahwa persoalan ini selama ini sangat sulit diselesaikan oleh pemerintahan sebelumnya,” katanya.
Survei Puspoll Indonesia melibatkan 2.400 responden dengan metode probability sampling melalui teknik multistage random sampling.
Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan pengambilan sampel yang mempertimbangkan proporsi wilayah perkotaan dan perdesaan serta jumlah pemilih di setiap provinsi. (***)








