RUANG.NEWS MAKASSAR – Perum Bulog Kantor Cabang Makassar memastikan ketersediaan stok beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman di tengah kenaikan harga pangan yang terjadi di sejumlah daerah.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Makassar, Faris Sudirman, mengatakan stok beras yang dikuasai Bulog saat ini mencapai sekitar 53 ribu ton dan tersebar untuk melayani lima kabupaten/kota di wilayah kerja Bulog Makassar.
“Stok kami sangat melimpah. Saat ini tersedia sekitar 53 ribu ton beras untuk wilayah kerja Kantor Cabang Makassar yang mencakup lima kabupaten/kota,” kata Faris, Rabu (2/7/2026).
Menurutnya, ketersediaan stok diperkirakan akan terus bertambah seiring masuknya musim panen yang diprediksi berlangsung pada pertengahan hingga akhir Juli mendatang.
Faris menjelaskan kenaikan harga beras yang terjadi belakangan ini umumnya terjadi pada beras premium, sedangkan harga beras medium yang menjadi konsumsi mayoritas masyarakat masih relatif terkendali.
“Kasus kenaikan harga yang terjadi rata-rata pada beras premium. Untuk beras medium yang menjadi konsumsi masyarakat secara umum, kami terus menjaga ketersediaannya di pasar,” ujarnya.
Sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Bulog Makassar secara rutin melakukan intervensi pasar melalui penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar-pasar tradisional.
Program tersebut juga dilaksanakan melalui Gerakan Pangan Murah dengan melibatkan pemerintah daerah, dinas perdagangan, dinas ketahanan pangan, serta unsur TNI dan Polri.
“Hampir setiap minggu kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mengakses pangan dengan harga terjangkau dan stok tetap tersedia,” jelas Faris.
Ia menambahkan, harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP di Sulawesi Selatan ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram. Karena itu, Bulog terus memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar agar masyarakat dapat memperoleh beras sesuai harga yang telah ditetapkan.
Selain faktor distribusi, Faris menilai kondisi geopolitik global dan kenaikan biaya bahan baku kemasan turut memengaruhi harga sejumlah komoditas pangan. Namun demikian, ia menegaskan harga komoditas yang disalurkan Bulog, termasuk beras dan Minyakita, hingga kini masih stabil.
“Prinsipnya, kami memiliki stok yang cukup untuk melakukan intervensi pasar kapan pun diperlukan. Arahan pemerintah sangat jelas, yakni menjaga ketahanan pangan dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.(**)







