RUANG.NEWS MAKASSAR – Persaingan memperebutkan Super Tiket pada Audisi Umum PB Djarum 2026 Regional Makassar semakin ketat memasuki hari kedua penyelenggaraan di GOR Dafest Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/8).
Baik jalur turnamen maupun pilihan tim pencari bakat berlangsung sengit seiring menyusutnya jumlah peserta yang masih bertahan.
Dari total 233 peserta, kini hanya tersisa 136 atlet muda yang terus berjuang menampilkan kemampuan terbaik demi mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Sebagian di antaranya bukan wajah baru karena telah merasakan ketatnya persaingan Audisi Umum PB Djarum pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu peserta yang kembali mencoba peruntungan adalah Kresensia Lembayung Ubung Mering di kelompok usia (KU) 12 Putri.
Atlet yang akrab disapa Ubung itu telah tiga tahun berturut-turut mengikuti Audisi Umum PB Djarum di Kudus.
Pada keikutsertaan perdananya pada 2023, langkah Ubung terhenti di tahap screening.
Setahun kemudian, ia meningkatkan intensitas latihan dan berhasil meraih Super Tiket.
Namun, perjuangannya berakhir di tahap karantina sehingga belum berhasil menjadi bagian dari atlet binaan PB Djarum.
Kegagalan tersebut tidak mematahkan semangatnya. Pada 2025, Ubung kembali mengikuti audisi, tetapi kondisi fisik yang kurang prima membuat langkahnya kembali terhenti di tahap screening.
Tahun ini, siswi kelas VII tersebut memanfaatkan kesempatan terakhirnya dengan mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar.
Menurutnya, Makassar dipilih karena peluang bersaing di KU 12 dinilai lebih terbuka dibandingkan Kudus yang selama ini dikenal memiliki jumlah peserta dan tingkat persaingan lebih tinggi.
“Dari pengalaman tiga tahun terakhir itu, saya mencoba evaluasi kekurangan diri sendiri untuk diperbaiki, terutama daya ledak, daya juang, dan mental bertanding. Tahun ini saya memilih bersaing di Makassar karena peluang di KU 12 lebih terbuka untuk kembali melaju ke tahap karantina. Kalau di Kudus biasanya pesertanya jauh lebih banyak dan lawannya juga berat. Saya sangat ingin menjadi atlet PB Djarum untuk membuktikan bahwa saya bisa berprestasi, menjadi juara, dan membanggakan orangtua,” ujar atlet yang bernaung di PB Champion Klaten tersebut.
Semangat pantang menyerah juga diperlihatkan Kartika Madelynne Tambahani yang tampil di KU 11 Putri.
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar menjadi kesempatan keduanya setelah pada edisi 2025 di Kudus langkahnya terhenti di fase turnamen.
“Di Kudus 2025 sampai di tahap turnamen 64 besar. Tahun ini saya ikut Audisi Umum di Makassar karena lebih dekat dari tempat saya tinggal di Minahasa. Dari dua pertandingan terakhir, saya yakin punya peluang besar mendapatkan Super Tiket dan menjalani tahap karantina di Kudus,” kata atlet yang akrab disapa Tika itu.
Perjalanan Tika di Makassar terus berlanjut hingga babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini Jumat (7/8).
Ia memastikan tempat di empat besar setelah mengalahkan rekan satu klubnya di Manguni Badminton Club, Leandra Early Helena Makarau, dengan skor 21-14, 21-10 pada perempat final.
Meski meraih kemenangan, atlet yang mengidolakan Liliyana Natsir itu mengakui penampilannya belum sepenuhnya memuaskan.
Ia masih memiliki sejumlah evaluasi sebelum menghadapi pertandingan semifinal yang diprediksi berlangsung lebih berat.
“Di pertandingan perempat final perasaan saya campur aduk karena harus melawan teman sendiri karena kami berasal dari klub yang sama. Meskipun berhasil menang, pelatih mengatakan penampilan saya belum maksimal karena terlalu banyak memberikan kesempatan lawan mendapatkan poin. Saya juga masih ada kekurangan lain seperti servis yang banyak keluar dan permainan netting yang masih sering nyangkut,” tuturnya.(***)






